benuanta.co.id, TARAKAN – Isu penghapusan program studi (prodi) yang dinilai tidak lagi relevan dengan kebutuhan industri belakangan ramai diperbincangkan di dunia pendidikan tinggi.
Menanggapi hal tersebut, Universitas Borneo Tarakan (UBT) memastikan seluruh program studi di kampus tersebut tetap berjalan dan tidak ada yang dihentikan.
Hal tersebut mencuat seusai Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Badri Munir Sukoco, mengatakan wacana penghapusan jurusan atau prodi perkuliahan yang dianggap tidak relevan demi tembus target pertumbuhan ekonomi dalam kegiatan Simposium Nasional Kependudukan Tahun 2026 di Universitas Udayana, Bali, Sabtu (25/4).
Menanggapi hal ini, Rektor Universitas Borneo Tarakan, Prof. Yahya Ahmad Zein menegaskan, hingga saat ini, UBT masih mempertahankan seluruh program studi yang dimiliki. Dari total 35 program studi yang ada, seluruhnya tetap aktif dan menerima mahasiswa baru.
“Penerimaan mahasiswa baru juga tetap dilaksanakan seperti biasa dengan kuota yang tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Prof. Yahya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab kekhawatiran terkait isu penghapusan prodi yang berkembang seiring arah kebijakan pemerintah pusat di sektor pendidikan tinggi. Meski demikian, UBT mengakui adanya dorongan dari pemerintah agar perguruan tinggi lebih memperhatikan relevansi program studi terhadap kebutuhan dunia kerja dan industri.
Sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), UBT saat ini lebih menitikberatkan pada penguatan kualitas program studi dibandingkan pengurangan jumlah prodi.
Langkah itu dilakukan agar lulusan perguruan tinggi tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan sektor industri.
Penguatan program studi tersebut dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi perguruan tinggi, khususnya dalam menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan zaman dan kebutuhan pasar kerja yang terus berubah.
Menurut Prof. Yahya, penguatan kualitas program studi diharapkan dapat meningkatkan relevansi lulusan dengan dunia kerja sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah maupun nasional.
“Penguatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan relevansi lulusan dengan dunia kerja sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab tantangan pembangunan,” tutupnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina







