Masuki Periode Suhu Panas, Dishut Kaltara Perketat Patroli untuk Cegah Karhutla

benuanta.co.id, BULUNGAN – Dinas Kehutanan (Dishut) Kalimantan Utara (Kaltara) meningkatkan pengawasan dan patroli lapangan untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama memasuki cuaca dengan curah hujan rendah.

Dalam periode cuaca tersebut, suhu panas seringkali meningkat dan memicu terjadinya Karhutla. Langkah ini dilakukan menyusul peringatan dari pemerintah pusat terkait meningkatnya risiko kebakaran pada pertengahan tahun.

Kepala Dinas Kehutanan Kaltara, Nur Laila mengatakan pihaknya telah menerima informasi dari Kementerian Kehutanan mengenai periode rawan Karhutla yang diperkirakan berlangsung mulai Juli hingga September 2026.

“Kita mendapat informasi dari kementerian bahwa bulan Juli sampai September kita harus waspada terhadap musim kemarau dan musim kebakaran,” katanya, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, kondisi cuaca pada periode tersebut perlu mendapat perhatian serius, terlebih adanya potensi pengaruh fenomena El Nino yang dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah.

Sebagai langkah pencegahan, Dishut Kaltara mengimbau masyarakat maupun perusahaan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama tanpa pengawasan. “Jangan membakar lahan tanpa pengawasan, baik pribadi maupun perusahaan,” tuturnya.

Nur Laila menekankan, upaya pencegahan menjadi prioritas utama agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat.

Dalam memperkuat pengawasan di lapangan, Dishut Kaltara melibatkan Polisi Kehutanan (Polhut) bersama kelompok masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Api (MPA). Kelompok tersebut telah dibentuk di sejumlah wilayah di Kaltara untuk membantu pencegahan karhutla di tingkat tapak.

Menurut Nur Laila, keberadaan MPA sangat penting karena masyarakat dinilai lebih cepat mengetahui kondisi di lapangan dan dapat segera melaporkan apabila ditemukan titik api.

“Kami melakukan patroli rutin bersama masyarakat yang memang kami bentuk khusus di tingkat tapak, yaitu Masyarakat Peduli Api yang tersebar di Kaltara,” ungkapnya.

Selain patroli rutin, Dishut Kaltara juga menyiapkan langkah kesiapsiagaan bersama sejumlah instansi terkait sesuai arahan Pemerintah Provinsi Kaltara. Dalam waktu dekat, pemerintah akan menggelar rapat koordinasi gabungan yang melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dishut, serta instansi terkait lainnya.

Langkah itu dilakukan karena penanganan karhutla dinilai tidak bisa dilakukan secara terpisah, mengingat titik api dapat muncul baik di kawasan hutan maupun area penggunaan lain (APL).

“Nanti kita akan patroli gabungan ke lokasi-lokasi yang diprediksi memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi,” jelasnya.

Dishut Kaltara berharap keterlibatan seluruh pihak, baik pemerintah, perusahaan, maupun masyarakat dapat memperkuat upaya pencegahan sehingga kasus karhutla di Kalimantan Utara dapat diminimalisasi selama musim kemarau tahun ini. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *