benuanta.co.id, TARAKAN – Ketersediaan minyak goreng subsidi merek MinyaKita di Kota Tarakan kian menipis menjelang Hari Raya Iduladha 2026.
Perum Bulog Cabang Tarakan kini mengandalkan pasokan minyak goreng premium untuk mencegah kekosongan stok di pasaran.
Kepala Perum Bulog Cabang Tarakan, Zamahsyari Afsolin mengungkapkan, stok MinyaKita yang tersisa saat ini hanya sekitar 203 kemasan. Kondisi tersebut terjadi akibat tingginya permintaan masyarakat dalam beberapa pekan terakhir.
Sebagai langkah antisipasi, Bulog Tarakan telah memesan minyak goreng premium sebanyak satu kontainer dari Tangerang dan saat ini masih dalam proses pengiriman menuju Tarakan.
“Untuk antisipasi kekosongan MinyaKita, kami sudah memesan minyak goreng premium sebanyak satu kontainer. Saat ini masih dalam proses pengangkutan dari Tangerang ke Tarakan,” ujarnya.
Ia berharap pasokan minyak premium tersebut dapat tiba sebelum Iduladha agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah terbatasnya stok MinyaKita di sejumlah pasar dan toko ritel.
Di sisi lain, upaya penambahan stok MinyaKita juga masih dilakukan dengan berkoordinasi ke Bulog pusat. Namun hingga kini belum ada kepastian tambahan pasokan yang akan masuk ke Tarakan.
Zamahsyari menjelaskan, setelah Hari Raya Idulfitri lalu, Bulog Tarakan sempat memiliki stok MinyaKita sekitar empat kontainer atau setara 80 ribu liter. Namun tingginya permintaan membuat stok terus menyusut.
“Permintaan Minyakita cukup tinggi karena harganya sangat terjangkau,” ungkapnya.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap stabilitas pasokan minyak goreng rakyat menjelang hari besar keagamaan. Terlebih, MinyaKita selama ini menjadi pilihan utama warga karena dijual dengan harga lebih murah dibanding minyak premium.
Zamahsyari juga menegaskan, MinyaKita bukan minyak goreng subsidi pemerintah. Produk tersebut disalurkan melalui skema domestic market obligation (DMO) atau kewajiban pemenuhan pasar dalam negeri guna menjaga keterjangkauan harga minyak goreng bagi masyarakat.
Menurunnya stok MinyaKita di Tarakan membuat masyarakat mulai kesulitan mendapatkan produk tersebut di sejumlah pasar tradisional maupun toko ritel modern.
“Kami berharap tambahan pasokan segera ada dan minyak premium yang sedang dikirim bisa tiba sebelum Iduladha, supaya kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” tutupnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina







