benuanta.co.id, TARAKAN – Turnamen balap speedboat Gubernur Kaltara Cup 2025 tak hanya menjadi tontonan yang dinantikan, tetapi juga membangkitkan harapan besar dari masyarakat Kalimantan Utara terhadap kemajuan dunia olahraga di daerah.
Antusiasme warga terlihat di berbagai titik, terutama dari masyarakat pesisir yang merasa olahraga ini sangat lekat dengan kehidupan mereka sehari-hari. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu warga Jembatan Bongkok, Zainuddin, ia mengatakan event seperti ini membuat masyarakat merasa lebih dekat dengan olahraga karena sesuai dengan lingkungan mereka.
“Balap speed itu bukan sekadar hiburan, tapi sudah jadi budaya di daerah pesisir. Kami ini hidup dari laut, dari sungai. Jadi pas sekali kalau olahraga seperti ini terus dikembangkan,” ungkapnya, Ahad (3/8/2025).
Zainuddin berharap agar kegiatan ini rutin digelar dan dilibatkan lebih banyak tim lokal agar pembinaan atlet balap speed bisa lebih maksimal. Ia juga menyarankan agar fasilitas olahraga, seperti perahu latihan dan pelatihan bagi pemuda, disediakan secara berkala.
“Kalau pemerintah mau serius, anak-anak muda di sini bisa jadi atlet nasional, bukan cuma jadi penonton,” katanya.
Antusiasme serupa juga disampaikan oleh Rahma, seorang warga yang jauh-jauh dari Tanjung Pasir. Menurutnya, even seperti Gubernur Kaltara Cup bisa menjadi motivasi kuat bagi pemuda untuk menyukai olahraga, tak hanya yang umum seperti sepak bola dan voli, tetapi juga olahraga berbasis lokal seperti balap speed.
“Kita butuh variasi cabang olahraga agar pemuda bisa menemukan minat mereka yang sesuai dengan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Rahma menilai, penting sekali ada sinergi antara dunia pendidikan dan dunia olahraga lokal agar regenerasi atlet tidak putus.
“Kalau kegiatan seperti ini dikoneksikan dengan sekolah-sekolah, bukan tidak mungkin anak-anak kita bisa lebih cepat berkembang,” tuturnya.
Sementara itu, Usman, pedagang kaki lima yang biasa berjualan di lokasi lomba, turut merasakan dampak positif dari even olahraga tersebut. Menurutnya, selain menghidupkan suasana, turnamen juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat kecil.
“Kalau ada acara besar begini, dagangan saya laris. Tapi yang paling penting, kami merasa dilibatkan,” ucapnya.
Ia mengatakan, kehadiran turnamen membuat masyarakat tidak merasa tertinggal dalam pembangunan. Usman juga berharap ke depan ada lebih banyak jenis olahraga yang dikembangkan dan dilibatkan di wilayah pesisir.
Menurutnya, selain balap speed, bisa juga dikembangkan olahraga air lainnya seperti dayung, selam, atau renang. “Wilayah kita ini banyak air, sayang kalau potensinya tidak dimaksimalkan,” katanya.
Ia sepakat olahraga adalah cara ampuh mempererat persaudaraan sekaligus mendorong kemajuan daerah. Mereka menyambut baik dukungan dari pemerintah dan para pemangku kebijakan, termasuk dari tokoh nasional seperti Hj. Rahmawati, yang menyatakan komitmennya mendorong pemerataan pembangunan olahraga hingga ke wilayah pinggiran.
Baginya, olahraga adalah jalan memperkuat identitas daerah dan membuka harapan baru bagi generasi muda Kaltara. “Kami ingin Kalimantan Utara dikenal bukan cuma karena kekayaan alamnya, tapi juga prestasi olahraganya,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina







