benuanta.co.id, BULUNGAN – Pembangunan SMA Unggul Garuda di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) diklaim telah mencapai progres 22 persen hingga pekan ke-16 pelaksanaan proyek. Pemerintah menargetkan sejumlah fasilitas utama dapat mulai difungsikan pada awal Juli 2026.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek SMA Unggul Garuda, Mantong mengatakan, pembangunan ruang kelas akademik dan gedung graha menjadi prioritas pengerjaan saat ini. Menurut dia, fasilitas tersebut diupayakan selesai agar dapat digunakan sesuai rencana penerimaan siswa baru.
“Untuk gedung kelas akademik dan graha kami upayakan di awal Juli bisa selesai progres bangunannya,” kata Mantong, Rabu (3/6/2026).
Ia menjelaskan, penyelesaian seluruh pekerjaan konstruksi secara kontrak ditargetkan rampung pada September mendatang. Hingga kini, kata dia, tidak ada kendala berarti di lapangan yang menghambat pembangunan.
Kekhawatiran sebelumnya sempat muncul terkait keterlambatan material bangunan. Namun, Mantong memastikan seluruh material kini telah tersedia.
“Material sudah datang 100 persen di Pelabuhan Kayan dan sudah didistribusikan ke lokasi,” ujarnya.
Dalam tahap awal, pembangunan difokuskan pada 80 ruang kelas di sisi kiri kawasan sekolah. Adapun total ruang kelas yang direncanakan dibangun mencapai 160 ruangan.
“Yang prioritas sekarang sebanyak 80 ruang kelas dulu dan itu sesuai jadwal kontrak yang sudah disepakati,” sebut Mantong.
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga masih menyelesaikan sejumlah persoalan lahan di area proyek. Mantong menyebut terdapat batas lahan hibah yang perlu ditinjau ulang. Menurut dia, persoalan itu telah dibahas bersama Wakil Gubernur Kaltara Pemerintah daerah disebut akan segera menyelesaikan polemik batas lahan tersebut.
Tak hanya itu, keberadaan makam warga di area proyek juga menjadi perhatian. Mantong mengatakan persoalan tersebut seharusnya sudah tuntas sebelum lahan dihibahkan kepada pemerintah. “Tadi sudah dibahas juga dengan Pak Wagub. Beliau akan memanggil masyarakat yang memiliki makam di lokasi itu untuk dicarikan penyelesaian,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina







