benuanta.co.id, NUNUKAN – Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI masih menjadi salah satu program pembiayaan yang paling diminati pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Nunukan sepanjang 2026. Di tengah geliat ekonomi wilayah perbatasan yang terus berkembang, kebutuhan modal usaha masyarakat juga mengalami peningkatan, terutama pada sektor perdagangan, perikanan, pertanian, dan usaha mikro.
Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Nunukan memiliki aktivitas ekonomi yang cukup dinamis. Kondisi tersebut mendorong banyak pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya melalui akses pembiayaan yang terjangkau, salah satunya melalui program KUR BRI.
Kepala Cabang BRI Nunukan, Nonok Soekarno, mengatakan KUR merupakan bentuk komitmen BRI dalam mendukung pertumbuhan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah.
“Kami di BRI terus berkomitmen memberikan akses pembiayaan yang mudah, cepat, dan terjangkau kepada pelaku UMKM yang memiliki usaha produktif. Kami melihat antusiasme masyarakat Nunukan terhadap program KUR masih sangat tinggi karena manfaatnya sangat dirasakan untuk pengembangan usaha,” ujar Nonok Soekarno pada Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, sektor perdagangan, pertanian, perikanan, serta usaha jasa masih mendominasi penyaluran KUR di Kabupaten Nunukan. Selain membantu permodalan, program tersebut juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Meski demikian, Nonok mengingatkan setiap pengajuan KUR tetap melalui proses verifikasi dan analisis kelayakan usaha sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami mengimbau calon debitur untuk memastikan data dan dokumen usaha yang diajukan selalu sesuai kondisi sebenarnya. Selain itu, riwayat kredit yang baik juga menjadi salah satu faktor penting dalam proses persetujuan pembiayaan,” katanya.
Di lapangan, program KUR terbukti menjadi solusi bagi banyak pelaku usaha yang ingin meningkatkan kapasitas usahanya. Rahman (42), seorang pedagang bahan pokok di Nunukan, mengaku tambahan modal dari KUR membantu usahanya berkembang lebih cepat.
“Modal dari KUR sangat membantu untuk menambah stok barang. Dulu sebelum dapat bantuan saya mulai dari usaha kecil – kecilan. Sekarang dengan adanya KUR usaha lebih berkembang karena kebutuhan pelanggan bisa terpenuhi,” ungkapnya.
Pemerintah juga terus mendorong pemanfaatan KUR sebagai instrumen penguatan ekonomi kerakyatan. Dengan bunga yang relatif ringan dan proses yang semakin mudah, program ini diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang selama ini kesulitan memperoleh modal dari lembaga keuangan formal.
Potensi UMKM di Nunukan masih sangat besar untuk dikembangkan. Dukungan pembiayaan yang tepat sasaran diyakini dapat memperkuat sektor-sektor unggulan daerah, terutama perikanan, pertanian, perdagangan lintas batas, serta industri rumahan.
Dengan tingginya minat masyarakat dan komitmen perbankan dalam mendukung sektor produktif, KUR BRI diproyeksikan tetap menjadi motor penggerak pertumbuhan UMKM di Kabupaten Nunukan sepanjang 2026. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Ramli







