Perluas Penyebaran Rupiah di Pulau Terpencil Jawa hingga Papua lewat Kapal Cepat TNI AL

Ekonomi779 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Bank Indonesia (BI) terus memperluas jangkauan Ekspedisi Rupiah Berdaulat dengan menyasar tidak hanya pulau-pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara lain seperti Kalimantan, tetapi juga pulau-pulau berpenghuni yang membutuhkan akses terhadap uang layak edar mulai dari Jawa hingga Papua.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan sekaligus Koordinator Wilayah Bank Indonesia Kalimantan, Aris Munandar, mengatakan peningkatan terbesar dari program tersebut terletak pada cakupan wilayah yang dikunjungi.

“Kalau sebelumnya hanya pulau-pulau terluar yang berbatasan dengan Filipina atau Malaysia, sekarang sudah ada pulau-pulau lain yang tidak harus berada di garis depan perbatasan,” ujarnya.

Baca Juga :  Dari Dapur Sederhana, Darmah Food Tumbuh Jadi Camilan Kebanggaan Kaltara

Ia mencontohkan sejumlah pulau di Kalimantan Selatan yang kini masuk dalam cakupan ekspedisi. Selain itu, nominal uang yang dibawa juga meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Aris menambahkan, kegiatan tersebut hanya melayani penukaran rupiah dan tidak melayani penukaran mata uang asing. Sebab, mandat Bank Indonesia adalah menjaga peredaran rupiah di seluruh wilayah Indonesia.

“Kalau penukaran mata uang asing biasanya dilakukan di bank komersial atau money changer. Karena mandat dari Bank Indonesia ini pengedaran rupiah,” tegasnya.

Di sisi lain, Komandan Kodaeral XIII, Laksamana Muda TNI Sumarji Bimoaji, mengungkapkan KRI Ajak-653 bukan kali pertama dilibatkan dalam Ekspedisi Rupiah Berdaulat.

Baca Juga :  Semarak HUT ke-81 RI, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tarakan Gelar Gebyar Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

“Kalau KRI Ajak ini sudah lebih dari lima kali mendukung. Tahun lalu, 2025, menggunakan KRI Singa-651, kemudian sebelumnya juga ada KRI Hiu yang mendukung di wilayah Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Menurutnya, kapal-kapal cepat milik TNI AL dinilai efektif untuk menjangkau wilayah terpencil yang sulit diakses melalui jalur darat. Ia juga mengakui, di beberapa wilayah perbatasan, seperti Pulau Sebatik, masih ditemukan peredaran mata uang asing. Namun, fokus utama ekspedisi tahun ini tetap pada penukaran rupiah yang sudah lusuh dan mendekati batas kelayakan edar.

Baca Juga :  Industri Mikro dan Kecil di Kaltara Serap 11.752 Tenaga Kerja, Didominasi Pekerja Perempuan

“Berdasarkan survei, sekitar 80 persen uang yang beredar, terutama di Sebatik, memang sudah waktunya ditukar. Namun, fokus kita kali ini lebih kepada mata uang rupiah yang sudah tidak layak edar,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, selain di Kalimantan, unsur Satuan Kapal Cepat TNI AL juga telah mendukung Ekspedisi Rupiah Berdaulat di berbagai wilayah lain, mulai dari Papua, Sumatera hingga pulau-pulau terpencil di Jawa.

“Unsur-unsur satuan kapal cepat ini sangat efektif untuk penyebaran rupiah ke wilayah-wilayah terpencil,” tutupnya. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *