Program Enuma Berakhir, Pemkab Nunukan Dorong Penguatan Literasi Tetap Berjalan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan membuka peluang melanjutkan penguatan literasi dan numerasi anak-anak di wilayah perbatasan setelah Program Sekolah Enuma Indonesia (SEI) resmi berakhir.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Nunukan, Muhammad Amin, mengatakan pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mengkaji keberlanjutan program yang selama ini dinilai memberi manfaat bagi anak-anak di kawasan perbatasan.

Berdasarkan laporan yang diterima pemerintah daerah, terdapat empat Taman Baca Masyarakat (TBM) di Kabupaten Nunukan yang menjadi lokasi pelaksanaan Program Sekolah Enuma Indonesia. Program pembelajaran berbasis teknologi tersebut dinilai mampu membantu anak-anak meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi, terutama mereka yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan pendidikan.

“Dari laporan yang kami terima, program ini sangat membantu anak-anak kita, khususnya yang berada di wilayah perbatasan. Mereka yang sebelumnya mengalami ketertinggalan dalam proses belajar kini mampu mengejar ketertinggalannya, bahkan mendekati kemampuan anak-anak yang menempuh pendidikan formal,” kata Muhammad Amin.

Baca Juga :  Pemkab Nunukan Komitmen Tuntaskan Pembayaran Lahan Embung Lapri Tahun Ini

Menurutnya, manfaat yang telah dirasakan masyarakat menjadi alasan bagi pemerintah daerah untuk mencari skema agar pembelajaran tetap dapat berjalan meskipun program telah selesai.

“Kami akan berkomunikasi dan membangun sinergi dengan OPD terkait agar program seperti ini dapat ditindaklanjuti. Harapannya, manfaat yang telah dirasakan anak-anak selama ini tidak berhenti sampai di sini,” ujarnya.

Sebagai bagian dari penutupan program, Enuma Indonesia menghibahkan sejumlah tablet kepada Taman Baca Masyarakat. Perangkat tersebut akan tetap dimanfaatkan sebagai media pembelajaran karena telah dilengkapi aplikasi edukasi berbasis permainan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi anak.

Baca Juga :  Penataan Kawasan Kumuh Sei Bolong Diminta Tetap Dukung Aktivitas Nelayan

Muhammad Amin menilai hibah tersebut dapat menjaga keberlangsungan aktivitas belajar di TBM meskipun pendampingan program telah berakhir. Ia juga menyebut, tingkat literasi masyarakat di Kabupaten Nunukan terus menunjukkan perkembangan. Namun, peningkatan kualitas sumber daya manusia tetap membutuhkan dukungan berbagai pihak melalui program-program literasi yang berkelanjutan.

Sementara itu, Project Manager Yayasan Litara, Edy Wahyu, menjelaskan Program Sekolah Enuma Indonesia telah dilaksanakan di Kalimantan Utara sejak 2023 hingga 2026, mencakup Kabupaten Malinau, Nunukan, dan Bulungan.

Selama empat tahun pelaksanaannya, program tersebut melibatkan 19 Taman Baca Masyarakat dengan sekitar 1.400 anak sebagai peserta aktif. Berdasarkan pemantauan Yayasan Litara, lebih dari 4.000 anak telah mengikuti berbagai aktivitas belajar melalui program tersebut.

Baca Juga :  Optimis Kafilah Pemkab Nunukan Raih Prestasi di MTQ KORPRI Kaltara

Menurut Edy, Program Sekolah Enuma Indonesia menerapkan konsep belajar sambil bermain melalui aplikasi edukasi sehingga anak-anak dapat meningkatkan kemampuan dasar literasi dan numerasi dengan cara yang lebih menarik.

Ia menambahkan, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan Taman Baca Masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan anak.

Di Kabupaten Nunukan, Program Sekolah Enuma Indonesia mulai dijalankan pada Juli 2024 melalui pendampingan di sejumlah Taman Baca Masyarakat. Meski program telah berakhir, fasilitas pembelajaran yang tersedia diharapkan tetap dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan literasi dan numerasi anak-anak di wilayah perbatasan. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *