benuanta.co.id, BULUNGAN – Jumlah penduduk miskin di Kalimantan Utara (Kaltara) kembali berkurang pada 2025. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara mencatat angka kemiskinan kini berada di 42,4 ribu jiwa atau 5,4 persen dari total penduduk. Angka ini menjadi yang terendah dalam enam tahun terakhir.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kaltara, Bertius, mengatakan penurunan ini menjadi kabar baik meski belum terjadi secara signifikan di setiap tahunnya.
“Kalau melihat datanya, trennya memang terus turun. Walaupun penurunannya tidak terlalu besar setiap tahun, ini menunjukkan upaya yang dilakukan pemerintah mulai memberikan hasil,” katanya, Senin (20/7/2026).
Menurut Bertius, penurunan angka kemiskinan tidak terlepas dari berbagai program yang dijalankan pemerintah. Namun di sisi lain, kondisi ekonomi global juga masih memengaruhi laju penurunan tersebut.
Ia menjelaskan, perlambatan ekonomi dunia berdampak pada aktivitas dunia usaha. Akibatnya, di beberapa sektor terjadi pengurangan tenaga kerja yang berpengaruh terhadap pendapatan masyarakat.
“Situasi ekonomi dunia juga berpengaruh ke daerah. Saat dunia usaha terdampak, lapangan pekerjaan ikut berkurang sehingga menjadi salah satu tantangan dalam menekan angka kemiskinan,” ujarnya.
Lanjutnya, Pemprov Kaltara tetap optimistis angka kemiskinan bisa terus ditekan. Pemerintah akan memperkuat berbagai program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Program, di antaranya memperluas lapangan kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), memperkuat perlindungan sosial, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
“Kami akan terus melakukan intervensi melalui program-program pembangunan. Harapannya bukan hanya angka kemiskinan yang turun, tetapi masyarakat juga memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan taraf hidupnya,” tutup Bertius. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







