Kabut Asap Masih Aman untuk Pelayaran Speedboat di Kaltara

benuanta.co.id, BULUNGAN — Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Utara (Kaltara) belum mengganggu operasional speedboat. Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara menyebut jarak pandang masih berada dalam batas aman untuk aktivitas transportasi sungai.

Kepala Seksi Lalu Lintas dan Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (LLASDP) Dinas Perhubungan Kaltara, Masahara, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) terkait kondisi pelayaran.

“Berdasarkan hasil koordinasi dengan KSOP, kondisi jarak pandang saat ini masih aman dan memungkinkan untuk mendukung operasional speedboat,” ujarnya.

Meski demikian, Dishub meminta operator dan awak speedboat tidak mengabaikan faktor keselamatan. Kondisi cuaca dan jarak pandang tetap perlu dipantau selama pelayaran, terutama di tengah kabut asap yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Baca Juga :  Eksportir Kaltara Keluhkan Syarat SMKHP, Karantina Janji Cari Solusi

Menurut dia, operasional transportasi tetap dapat berjalan selama kondisi di lapangan memenuhi aspek keselamatan. Jika jarak pandang memburuk, langkah penyesuaian terhadap operasional akan dilakukan berdasarkan perkembangan situasi.

Dishub Kaltara juga mengingatkan operator speedboat untuk tetap berhati-hati dan mengutamakan keselamatan penumpang selama perjalanan.

Terpisah forester BMKG Tanjung Harapan, Agus menjelaskan, perkiraan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terdeteksi di sejumlah wilayah Kalimantan, termasuk Kaltara menurut Citra satelit BMKG pukul 08.00 WIB menunjukkan sebaran asap di Kaltara bergerak menuju barat laut hingga timur laut.

“Pola pergerakan asap tersebut mengikuti arah angin yang saat ini secara umum bertiup dari tenggara menuju barat laut hingga utara,” jelasnya.

Baca Juga :  Ekspor dari Kaltara Terkendala Kontainer, Barantin Siapkan Opsi

“Berdasarkan citra sebaran asap, asap terdeteksi di Kalimantan Utara. Pergerakannya mengikuti arah angin, yakni menuju barat laut hingga timur laut,” jelasnya lagi.

Menurut dia, selain Kaltara, asap juga terpantau di Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Citra satelit Himawari-9 yang dipantau BMKG pada 31 Agustus 2026 pukul 01.00 UTC memperlihatkan wilayah sebaran asap yang cukup luas di Pulau Kalimantan. Pergerakan asap di bagian tengah dan timur Kalimantan cenderung mengarah ke barat laut-timur laut.

Agus mengatakan kondisi angin menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah pergerakan asap. Berdasarkan pantauan BMKG, angin di wilayah Indonesia pada umumnya bertiup dari tenggara menuju barat laut hingga utara.

Baca Juga :  Kabut Tebal, Pesawat Super Air Jet IU 535 Gagal Mendarat di Bandara Juwata Tarakan

Selain bergerak di dalam wilayah Indonesia, citra satelit juga mendeteksi adanya transboundary haze atau kabut asap lintas batas dari Kalimantan Barat menuju Sarawak, Malaysia. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak kebakaran lahan tidak selalu berhenti di sekitar lokasi sumber api. Asap dapat terbawa mengikuti pola angin dan menjangkau wilayah yang lebih luas.

“Untuk kondisi di Kaltara, masyarakat tetap perlu memperhatikan perkembangan kualitas udara, terutama apabila terjadi penurunan jarak pandang atau peningkatan konsentrasi asap,” ujar Agus.

BMKG, kata dia, terus memantau perkembangan cuaca, arah angin, serta citra sebaran asap sebagai bagian dari informasi kewaspadaan terhadap dampak karhutla. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *