benuanta.co.id, TARAKAN — Kabut tebal yang menyebabkan jarak pandang terbatas mengganggu penerbangan menuju Bandara Juwata Tarakan, Senin (31/8/2026). Pesawat Super Air Jet IU 535 yang melayani rute Makassar-Tarakan, terpaksa mengurungkan pendaratan dan kembali ke Balikpapan.
Salah satu penumpang, Ade Prasetia Cahyadi, mengatakan pesawat yang ditumpanginya sebenarnya sudah mendekati Tarakan dan bersiap melakukan pendaratan. Bahkan, dari dalam pesawat, wilayah Tarakan sudah mulai terlihat.
Namun, ketika pesawat hendak turun, kondisi jarak pandang yang buruk membuat pendaratan tidak dapat dilanjutkan.
“Tadi sudah mau landing di Bandara Juwata Tarakan. Tapi karena katanya jarak pandang nggak bagus, terpaksa harus kembali lagi ke Balikpapan,” ujarnya
Menurutnya, pesawat bahkan sudah berada pada posisi yang cukup dekat dengan Tarakan. Ia sempat melihat wilayah kota dari udara sebelum pesawat kembali naik.
Pesawat kemudian kembali menuju Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan. Penumpang yang seharusnya tiba di Tarakan sekitar pukul 12.50 WITA pun harus kembali menunggu untuk mendapatkan kepastian perjalanan selanjutnya.
“Sekarang posisinya kembali ke terminal Balikpapan dan menunggu info selanjutnya. Belum bisa ke Tarakan karena kabut parah,” tuturnya.
Ia menyebut kondisi kabut cukup parah sehingga pesawat tidak dapat melakukan pendaratan dengan aman. Kondisi tersebut membuat penerbangan menuju Tarakan mengalami penundaan. Penumpang masih menunggu informasi apakah penerbangan dapat kembali dilanjutkan setelah kondisi jarak pandang membaik.
Ade berharap kondisi segera membaik sehingga pesawat dapat kembali melanjutkan perjalanan menuju Tarakan.
“Semoga segera membaik,” tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Bandara Juwata Tarakan belum memberikan keterangan resmi terkait gangguan penerbangan tersebut, termasuk kondisi jarak pandang di sekitar bandara maupun dampaknya terhadap penerbangan lainnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Endah Agustina







