Digitalisasi Diperluas, Pelabuhan Speedboat Malinau Kini Bisa Transaksi Pakai QRIS

benuanta.co.id, MALINAU – Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus memperluas digitalisasi sistem pembayaran di sektor transportasi. Setelah diterapkan di tiga pelabuhan sebelumnya, Pelabuhan Speedboat Malinau kini resmi menjadi pelabuhan keempat di Kaltara yang siap melayani transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltara, Agus Taufik, mengatakan pengembangan Pelabuhan SIAP QRIS merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem transaksi yang lebih efisien, transparan, dan inklusif di kawasan pelabuhan.

“Pelabuhan SIAP QRIS merupakan program digitalisasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara yang berkolaborasi dengan seluruh Dinas Perhubungan tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota,” ujarnya dalam kegiatan Soft Launching Pelabuhan Malinau SIAP QRIS, Selasa (21/7/2026).

Baca Juga :  UMKM Kaltara Disiapkan Masuk Rantai Pasok Kawasan Industri

Menurutnya, transformasi digital tersebut tidak hanya menyasar pembayaran tiket penumpang, tetapi juga berbagai transaksi pendukung lainnya di lingkungan pelabuhan.

Agus menjelaskan, inisiatif digitalisasi pelabuhan sebenarnya telah dimulai sejak September 2025 melalui peluncuran program DIGI-PORT bersama Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Utara. Dalam program tersebut, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltimtara menyediakan layanan QRIS sebagai kanal pembayaran retribusi kepelabuhanan.

Langkah itu kemudian diperkuat dalam High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Kaltara. Pada forum tersebut, seluruh kepala daerah di Kaltara menyepakati penyediaan alternatif pembayaran non-tunai di seluruh pelabuhan.

Baca Juga :  Ombudsman RI Tinjau Layanan Kepelabuhanan di Malundung Tarakan

Implementasi program pun dilakukan secara bertahap. Pada Desember 2025, Bank Indonesia melaksanakan soft launching Pelabuhan Tengkayu I SIAP QRIS. Program serupa kemudian diperluas ke Pelabuhan Kayan II di Kabupaten Bulungan pada April 2026 dan Pelabuhan Liem Hie Djung di Kabupaten Nunukan pada Mei 2026.

“Sehingga, Pelabuhan Speedboat Malinau menjadi pelabuhan SIAP menerima transaksi QRIS keempat se-Kalimantan Utara,” ungkapnya.

Agus menambahkan, peluncuran Pelabuhan Malinau SIAP QRIS merupakan bentuk komitmen bersama untuk memperluas sekaligus memastikan keberlanjutan implementasi transaksi non-tunai di daerah.

Dalam penerapannya, program tersebut melibatkan agen tiket dan pemilik speedboat sebagai pelaku utama dalam ekosistem transaksi. Selain itu, dukungan juga datang dari sejumlah perbankan, yakni BPD Kaltimtara, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Baca Juga :  Pertamina EP Bunyu Field Tanam Mangrove dan Durian di Wilayah Pesisir

“Ke depan, program ini ditargetkan dapat diperluas ke lima pelabuhan SIAP QRIS lainnya,” terangnya.

Selain mendorong percepatan digitalisasi, ia juga menyampaikan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan di Kaltara. Ia berharap kolaborasi yang telah terjalin selama ini dapat terus diperkuat guna mendukung pembangunan ekonomi daerah, termasuk melalui percepatan digitalisasi sistem pembayaran. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *