Aliansi Suku Kaltara Sampaikan Aspirasi Tolak Program Transmigrasi Baru di Depan Kantor Gubernur

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Ratusan masa yang terdiri dari berbagai Organisasi Masyarakat (Ormas) suku asli Daerah Kalimantan Utara (Kaltara) seperti Suku Dayak, Tidung dan Suku Bulungan datangi kantor Gubernur Provinsi Kaltara di Tanjung Selor, Senin (4/8).

Kedatangan ratusan masa ini untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait penolakan Program Pemerintah Pusat yakni transmigrasi baru ke wilayah Kaltara.

Salah satu masyarakat yang ditetuakan dalam aksi ini yakni Marlin menyampaikan kalau kedatangan mereka dalam unjuk rasa ini ialah untuk meminta secara baik-baik kepada Pemprov Kaltara agar menolak program transmigrasi.

Baca Juga :  Rahmawati Serap Aspirasi Masyarakat Desa Labang soal Air Bersih dan Listrik

“Ini merupakan aspirasi kita sebagai suku asli Kaltara dan bukan berarti kita menolak pendatang, hanya saja kita ingin Pemerintah bisa fokus membangun infrastruktur ketimbang melakukan transmigrasi,” kata Marlin.

Menurutnya, masih banyak pembangunan yang belum dilakukan oleh Pemerintah terhadap Wilayah Kaltara khususnya yang ada di daerah 3 T, seperti membangun jalan, jaringan listrik hingga pembangunan lainnya.

Baca Juga :  Rahmawati Soroti Identitas Kaltara, Minta Singkatan ‘Kalut’ Ditinggalkan

“Hal inilah yang nantinya akan menimbulkan kecemburuan sosial karena untuk masyarakat wilayah 3 T itu sudah ada sejak Indonesia sebelum merdeka,” jelasnya.

“Sehingga pemerintah juga harus peka. Lagi pula tujuan kita ini baik yakni ingin pemerintah bisa fokus membangun daerah tertinggal dari pada melakukan program yang tidak berdampak kepada pembangunan daerah,” lanjutnya.

Sementara itu, salah satu perwakilan masyarakat suku dayak Kabupaten Malinau, Darboy juga mengutarakan hal yang sama. Menurutnya, ada banyak Daerah tertinggal di Malinau yang harusnya lebih diutamakan dari pada harus mendatangkan masyarakat dari luar Kaltara.

Baca Juga :  12 Pelajar Kaltara Lolos Seleksi SMA Unggul Garuda, Sekprov: Sangat Ketat dan Kompetitif

“Jalan, jembatan dan lainnya belum terbangun di daerah tempat kita tinggal. Harusnya pemerintah bangun itu dulu agar masyarakat kita mendapatkan tempat tinggal dan akses Jalan yang layak seperti wilayah kota,” pungkasnya. (*)

Reporter: Osarade

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *