benuanta.co.id, BULUNGAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) berupaya memastikan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak hanya menjadi penonton di tengah derasnya investasi yang masuk ke daerah. Langkah itu dilakukan dengan menyiapkan program SINERGI Kaltara sebagai penghubung antara UMKM lokal dan kebutuhan industri di Kawasan Industri Tanah Kuning–Mangkupadi.
Kawasan industri yang berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN) itu diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan nilai investasi mencapai puluhan triliun rupiah. Di balik besarnya investasi tersebut, pemerintah menilai perlu ada strategi agar manfaat ekonomi juga dirasakan masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekprov) Kaltara, Denny Harianto, mengatakan pemerintah tidak ingin perkembangan industri justru memperlebar kesenjangan antara investor dan pelaku usaha lokal.
“Jangan sampai industri berkembang pesat, tetapi pelaku usaha lokal hanya menjadi penonton di rumah sendiri. UMKM harus menjadi bagian dari rantai pasok industri, bukan sekadar pelengkap,” kata, Selasa (21/7/2026).
Menurut dia, SINERGI Kaltara disiapkan untuk membuka akses lebih dari 51 ribu UMKM agar dapat memasok kebutuhan industri. Pemerintah juga telah menjalin kerja sama dengan PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) yang menyatakan siap memberi ruang bagi keterlibatan UMKM lokal.
Selanjutnya, produk dan jasa UMKM akan melalui proses kurasi agar memenuhi standar yang dibutuhkan industri. Peluang usaha yang tersedia mencakup penyediaan bahan pangan, jasa logistik, material pendukung, hingga layanan akomodasi bagi tenaga kerja di kawasan industri.
Denny menegaskan, SINERGI Kaltara bukan sekadar program pendamping investasi. Program tersebut dirancang agar transformasi ekonomi yang berlangsung di Kaltara mampu mendorong pelaku UMKM naik kelas seiring berkembangnya kawasan industri.
Dengan skema itu, pemerintah berharap pertumbuhan investasi tidak hanya tercermin dari besarnya nilai proyek, tetapi juga dari meningkatnya peran pelaku usaha lokal dalam rantai ekonomi industri di Kaltara. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina







