benuanta.co.id, TARAKAN – Perjuangkan pembangunan jembatan di Binuang, Kecamatan Krayan Tengah, Kabupaten Nunukan, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, SH, M.Hum meminta langsung ke Presiden.
Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang menuturkan pihaknya meminta bantuan untuk pembangunan jembatan di Binuang saat bertemu langsung dengan Presiden Jokowi di Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia memperjuangkan adanya pembangunan jembatan tersebut mengingat Krayan hanya dapat di akses dengan menggunakan pesawat kecil dengan sistem penerbangan perintis.
“Saya sampaikan, saya minta tolong di bantu satu saja jembatan. Saya tidak minta 20 jembatan hanya satu aja yaitu jembatan di Binuang yang menghubungkan kecamatan Binuang dengan daratan sebelahnya.,” ujarnya, Ahad (22/9/2024).
Ia mengatakan jembatan tersebut diperkirakan memiliki panjang 120 hingga 130 meter jika sudah dibangun. Orang nomor satu di Kaltara ini menegaskan pihaknya tidak menginginkan jembatan mewah namun, ia hanya meminta jembatan bailey yang menurutnya merupakan jembatan yang praktis, cepat dan tidak mahal.
Dengan pembangunan jembatan tersebut ia meyakini kebutuhan masyarakat yang ada di Krayan sudah dapat dipenuhi melalui akses dari Malinau. Dikatakan Gubernur Zainal Arifin Paliwang saat ini masyarakat Krayan hanya bergantung dengan negara tetangga untuk memenuhi kebutuhan.
“Saya sudah coba dari Malinau ke Krayan jarak kami tempuh 3 hari 2 malam (jalur darat). Mudah-mudahan ini menjadi perhatian Pak Presiden kedepan, dukungan dari Pak Menteri PUPR supaya menjadi perhatian khusus,” tuturnya.
Terkait hal Dirjen Kementerian PUPR, Ir. Iwan Supriyanto mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan pihak Dirjen Bina Marga setelah mendengarkan penuturan dari Gubernur Kaltara terkait pembangunan jembatan di Binuang.
“Ini langsung saya WA ke Pak Dirjen Bina Marga terkait untuk mendapatkan perhatiannya yang insyallah sepulang ke Jakarta langsung saya koordinasikan,” ungkapnya
Menurutnya, jembatan tersebut merupakan jalur logistik yang memang harus mendapatkan perhatian. Selain itu, seperti yang di tekankan Gubernur Kaltara ini juga membuka keterisoliran di Krayan.
“Jadi kalau yang dibangun jembatan adalah yang fungsional yang membuka akses tadi. Kalau nanti bertahap sesuai dengan tingkat kepadatan nanti akan dilakukan peningkatan kualitas,” tegasnya.
“Yang paling utama sekarang yaitu membuka konektifitas jangan sampai ada daerah yang terisolir. Sebagai provinsi yang baru semangatnya untuk pemerataan dan peningkatan wilayah karena ini masih butuh terus membutuhkan pembangunan dan peningkatan dari berbagai sektor,” tutupnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Ramli







