Posko Ditutup, Kenaikan Penumpang Kapal Laut Capai 38 Persen

benuanta.co.id, TARAKAN – Posko Penyelenggaraan Angkutan Laut Natal dan Tahun Baru 2023 dimulai sejak 18 Desember 2022 dan berakhir pada 8 Januari 2023. Selama momen tersebut tercatat jumlah penumpang mengalami peningkatan yang signifikan yakni sebesar 38 persen atau setara dentan 12.041 penumpang.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan, Mukhlis Tohepaly melalui Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli Capt. Romy Sumardiawan menjelaskan dibanding tahun 2021 lalu jumlah penumpang hanya sebanyak 7.467 orang.

Baca Juga :  Pelaku Tabrak Lari di Selumit Diamankan, Ternyata Masih di Bawah Umur

Diuraikannya 12.041 penumpang ini terdiri dari 5.819 penumpang yang turun dan sebanyak 6.222 penumpang yang naik melalui Pelabuhan Malundung dilayani oleh 4 kapal.

“KM Bukit Siguntang, KM Lambelu, KM Sabuk Nusantara 97 dan KM Sabuk Nusantara 116, kapal ini yang melalui Pelabuhan Malundung, ada kenaikan 38 persen dibanding tahun 2021 lalu,” urainya, Selasa (10/1/2023).

Ia menyebutkan penyebab membludaknya presentase kenaikan penumpang ini karena adanya musim liburan serta kelonggaran aturan perjalanan angkutan laut selama pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Percobaan Pencurian Dalam Rumah di Jalan Kusuma Bangsa Digagalkan Warga

Pada momen Natal dan Tahun Baru 2023 inipun sejumlah kapal sudah menerapkan aturan ketat internasional terkait standar keselamatan.

“Salah satunya menyiapkan life jacket sebanyak 105 persen dari jumlah kapasitas pelayar. Baik itu penumpang dan awak kapal. Untuk sekoci dan alat apung itu harus 125 persen dari total kapasitas pelayar,” tuturnya.

Pada keberangkatan kemarin, juga terdapat fenomena keterlambatan kapal, namun pihaknya menepis hal tersebut sebagai bentuk kesengajaan. Ia menyampaikan terdapat proses embarkasi dan debarkasi yang belum selesai di pelabuhan asal. Selain itu ada juga beberapa nakhoda yang mengurangi kecepatan dengan pertimbangan keselamatan.

Baca Juga :  PSDKP: Tarakan Masuk Zona Dua Penangkapan Ikan Tradisional

“Itu semua diperhitungkan bertujuan untuk keselamatan. Biasanya kurang dari 24 jam kapal sudah tiba. Semua aman terkendali. Ini berkat stakeholder lain yang membantu,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *