Pemilu 2024, KPU Sebut akan Didominasi Pemilih Pemula

benuanta.co.id, BULUNGAN – Pesta demokrasi pemilihan presiden dan kepala daerah menyisakan satu tahun lagi.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bulungan Lili Suryani mengatakan potensi pemilih pemula pada pemilu serentak 2024 mendatang tidak hanya didominasi usia 17 tahun saja.

“Data sementara presentasinya pemilih pemula di sini bukan hanya anak SMA saja tetapi yang berumur 17 tahun dan akan berumur 17 tahun di tanggal 14 Februari 2024,” ungkapnya Selasa (10/1/2023).

Lili Suryani menjelaskan berdasarkan data KPU RI pemilih pemula pada Pemilu 2024 mendatang mencapai 30 hingga 40 persen.

Baca Juga :  Jokowi: Tekanan Ekonomi Global Sudah Mereda

“Untuk pemilih pemula. Dan saat ini kita dalam proses tahapan KPU Bulungan menerima data dari Kemendagri melalui KPU RI khususnya data DP 4 yang menjadi dasar pemetaan kita dalam proses TPS,” ujarnya.

Berdasarkan data dari Kemendagri ke KPU RI, kata dia, KPU Bulungan menerima 110 ribu lebih. “Data pemilih yang kita akan masukkan petakkan ke dalam TPS dari data awal kita DPB terakhir 2022,” jelasnya.

Baca Juga :  Megawati Cerita saat Presiden Soekarno Sebut Kalangan NU Pejuang

Data sebelumnya, ada sekitar 110 ribu lebih Daftar Pemilih Berlanjutan (DPB) di KPU Bulungan.

“Kemarin kita mempunyai data sekitar seratus seribu lebih Daftar Pemilih Berlanjutan ditambah dengan data dari KPU RI baru turun ada sekitar sepuluh ribu. Nah ini prosesnya belum bisa kita sampaikan, tetapi sekarang ini prosesnya adalah proses pemetaan untuk kita masukkan ke dalam daftar pemilih yang nantinya prosesnya adalah coklit oleh pantarlih dibantu PPS yang akan terbentuk PPK.Hingga sampai nantinya terbentuk DPT itu sendiri,” tuturnya.

Baca Juga :  Ridwan Kamil Tegaskan tak Berambisi jadi Capres Maupun Cawapres

Menurutnya data 110 ribu DPB yang telah dimiliki KPU Bulungan saat ini sedang proses pemetaan.

“Mudah-mudahan 1 Minggu ke depan sudah selesai pemetaan. Bersamaan selesainya PPS setelah itu kita akan lanjut penerimaan pantarlih dan pada saat itu kita akan bimtek bagaimana proses coklit dan untuk proses menuju dpt,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *