Janji Bayar Tanahnya Tak Ditepati, Sento Tutup Akses Jalan Utama ke Pemakaman

benuanta.co.id, TARAKAN – Tak digubris anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan, pemilik tanah di daerah pemakaman Nasrani dan Covid-19 Kota Tarakan tutup akses jalan utama ke pemakaman sore ini.

Hal tersebut ditegaskan oleh pemilik tanah, Sento Parentah kepada benuanta.co.id. Alasan ia melakukan hal tersebut dikarenakan dirinya belum diberikan kepastian yang jelas terkait ketiga tanahnya yang digunakan untuk membangun tanpa izin.

Ia juga membeberkan dirinya bahkan didatangi oleh salah satu anggota DPRD yang memberikan respon yang kurang baik dan dianggap tidak membantu dirinya sama sekali.

“Bukan lagi kurang baik tapi memang tidak ada membantu sebagai dewan. Aku liat di atas di tanahku datanglah dia marah bilang kenapa begini begini, banyak macam lah sampai bilang mau di penjarakan lah aku. Mengamuk dia sampai dia tendang HP-ku. Karena saya kasih gate gitu sampai dia marah,” jelasnya, Sabtu (20/4/2024).

Baca Juga :  140 Umat Buddha Tarakan Rayakan Waisak 2568 BE di Vihara Vajra Bhumi Dwipa

Melihat tindakan tersebut, ia sangat menyayangkan hal itu terjadi karena menurutnya harusnya DPRD lebih mengetahui aturan yang ada hingga bisa mewakili suara masyarakat.

Ia pun merasa tidak ada kemajuan terkait kasus tersebut, bahkan ia telah melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian namun tak mendapatkan jalan keluar.

Padahal sebelum ia sudah memperingatkan jika tanah tersebut merupakan miliknya. Ia akan meminta pihak yang bersangkutan untuk membayar ketiga tanah yang bermasalah tersebut padahal awalnya ia hanya ingin satu saja yang dibayarkan.

Baca Juga :  Pelepasan CJH Kloter 7 Tarakan Penuh Haru

Maksudku mau aku suruh semua mereka bayar tanahku yang di bermasalah. Yang satu ditempati pembangunan kuburan nasrani, kemudian yang mau di buatkan paret itu juga tanahku dan akses jalan utama juga tanahku.

“Aku nda tau lagi mereka seperti apa. Ini barang ini (Tanah) sudah 3 kali di janji dewan terus 3 kali dijanji pemerintah. Sudah saya lapor ke polres, ada suratnya saya bawa, surat pernyataan dari ikat, ada juga surat saya ajukan kepemerintahan mau saya tutup,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bea Cukai Tarakan Akui Tak Ada Penahanan Barang Bawaan Penumpang Internasional

“Tanahku tiga bermasalah, pikirnya mereka saya asal asalan bilang kalau itu punya saya. Setelah terbukti baru garuk kepala. Saya tutup jalan itu pokoknya nanti sore kayaknya mau saya tutup. Itu pemakaman Covid sama Nasrani,” tutupnya.(*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Ramli 

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2871 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *