TANJUNG SELOR – Kebakaran rumah di Jalan Gelatik dini hari tadi, Rabu 10 Februari menghanguskan 4 rumah. Api berawal dari rumah salah satu korban atas nama Idris Kasim. Diketahuhi terbakar saat korban bangun untuk mengambil wudu pada pukul 02.00 wita.
“Sekitar jam 2 saya bangun untuk ambil wudu Salat Tahajud. Api sudah masuk ke kamar, lalu saya urungkan niat untuk salat dan maju ke depan tapi lampu sudah padam jadi tidak bisa berbuat apa-apa,” ungkap Idris Kasim kepada benuanta.co.id, Rabu 10 Februari 2021.

Baca Juga: Kondisi Hujan Deras di Tanjung Selor, 4 Rumah Warga Terbakar
Dirinya sempat mencari semua cucunya, beruntung keberadaan 2 cucunya selamat ketika berada di depan yang sudah diselamatkan oleh neneknya. Idris sempat masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan barang berharganya, tapi api sudah membesar.
“Ketika saya masuk sempat kena pintu, mau selamatkan barang-barang tapi tidak dapat semua. Api sudah mengepung saya, pakaian yang saya pakai ini pun diberikan sama teman,” jelasnya.
Idris menuturkan, api muncul berasal dari korsleting listrik. Kata dia, 2 hari sebelumnya listrik di rumahnya tidak stabil, lampu sering kedap kedip. Sempat ada perbaikan, hanya saja nahasnya malah terjadi korsleting yang mengakibatkan 4 rumah terbakar.
“Mungkin imbasnya itu jadi kebakaran di rumah. Yang kena pertama rumah saya, yang bisa diselamatkan mobil di depan ini sama motor saja,” ucapnya.
Saat kebakaran hujan deras turun, hanya saja tidak mampu memadamkan api yang sudah berkobar besar. Untuk sementara waktu dirinya bersama korban lain akan tinggal bersama kerabatnya. “Rumah ini bekas milik Pemda yang sudah ada sejak tahun 1990, jadi sudah lapuk,” bebernya.
Selain rumahnya jadi korban, rumah lain yang ikut terbakar milik Almarhum Ahmad Rusman, Taufik Rahman dan Saleh. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: M. Yanudin







