benuanta.co.id, TARAKAN – Depo sampah bagi warga Kelurahan Sebengkok sebelumnya berada di pinggir jalan RT 26 jalan KH Achmad Dahlan atau biasa dikenal dengan Sebengkok Waru telah dipindahkan ke RT 19 Kelurahan Sebengkok per 1 Agustus 2022.
Namun, faktanya masih saja ada warga yang membuang sampah di RT 26 depo lama. Imbauan ini telah disiarkan melalui banner yang dipasang di lokasi depo lama, diumumkan melalui masjid, melalui grup-grup WhatsApp ketua RT Sebengkok, tetapi masih saja ada yang melanggar.
Berdasarkan pantauan media ini, hingga pukul 11.00 WITA, masih banyak sampah berada di depo lama di RT 26 Sebengkok. Apakah warga yang membuang sampah ini belum mengetahui adanya pengumuman depo sampah Sebengkok sudah pindah?
Lurah Sebengkok, Syahril Alamsyah telah menyampaikan sosialisasi kepada para RW, RT, KSM untuk mengimbau seluruh warga Sebengkok agar membuang sampah di depo RT 19 yang baru, dekat Gunung Selumit.
“Sudah saya sampaikan dengan RW, RT dan KSM untuk segera bersama-sama mengimbau ke seluruh warga Sebengkok sebagaimana yang kira harapkan,” ujarnya kepada benuanta.co.id, Senin (1/8).
Awak media pun mencoba membagikan foto kepada Lurah kondisi sampah yang masih menumpuk di depo lama RT 26 Sebengkok hingga pukul 10.00 WITA, Syahril mengatakan butuh waktu dan ketegasan ke depannya bagi warga yang belum menyadari depo sampah sudah pindah lokasi.
“Butuh waktu dan ketegasan ke depannya,” jelasnya singkat.
Di lokasi depo lama sudah sangat jelas adanya tulisan pemberitahuan yang dicetak dalam bentuk banner berwarna background merah bahwa per 1 Agustus 2022 tempat pembuangan sampah pindah ke TPS3R RT 19 RW 6 Kelurahan Sebengkok (Gunung Selumit). Kecuali bagi yang tidak bisa membaca maka tidak mengetahui atau tidak pernah mendengar pengumuman ini melalui toa masjid.
Sempat heboh di kalangan warga di Sebengkok Waru soal oknum warga yang masih membuang sampah di depo lama tersebut. Saling tuding pun terjadi, yang menduga warga di RT lain yang masih membuang sampah itu. Bahkan, ada warga yang menyarankan agar disiagakan petugas kebersihan di lokasi depo lama di RT 26 untuk memantau oknum warga yang masih membuang sampah tidak langsung ke lokasi yang baru. Memang dibutuhkan kesadaran warga untuk mematuhi aturan yang ada.
“Supaya tidak terjadi saling curiga untuk petugas kebersihan dijaga dulu lokasi pembuangan sampah yang lama dan kalau ditemukan mohon ditindak diberi teguran agar tidak membaca larangan tersebut. Dijaga selama 1 hari dulu sementara, beres itu,” ujar Hamjah warga Sebengkok.
Bukan tanpa polemik, keberadaan depo sampah di RT 26 ini pun sudah lama dikeluhkan warga sekitar lantaran berada di tengah padat penduduk dan bau sampah menyengat bagi pengguna jalan yang melintas. Selain itu, warga juga tidak menaati jam buang sampah sehingga sampah tidak pernah bersih dari depo ini. Diketahui, depo lama di RT 26 sudah ada di zaman program sampah semesta wali kota sebelumnya.(*)
Penulis: benuanta.co.id







