TARAKAN – Pendistribusian paket sembako hasil donasi Program Dompet Peduli Kemanusiaan PMI di Kota Tarakan ada yang berbeda, kali ini panitia kegiatan membawa tim medis yang terdiri dari dokter dan perawat.
Sebelum warga menerima bantuan paket sembako dari PMI, terlebih dahulu diperiksakan kesehatan penerima seperti cek suhu tubuh, cek tensi, konsultasi kepada dokter hingga diberikan vitamin secara gratis.
Warga RT 1 Kelurahan Selumit Pantai tampak antusias dengan kedatangan PMI Kota Tarakan. Warga yang memiliki keluhan terhadap kesehatannya bisa konsultasi ke dokter.
“Kita melakukan ujicoba kegiatan baru tim turun mendistribusikan, kita bawa tim medis, dokter dan perawat. Sebelum menerima bantuan dicek suhu tubuhnya, tensinya, konsultasi ke dokter terkait keluhannya, kita berikan juga vitamin,” ungkap Ketua PMI Kota Tarakan, Dr. M. Yunus Abbas, Sabtu 16 Mei 2020.
Tak hanya yang mendapatkan bantuan, masyarakat lainnya yang memiliki keluhan kesehatan bisa konsultasi ke dokter dan diberikan vitamin.
“Kita di Karang Harapan kita temukan dua orang yang stroke, bahkan selama 7 tahun terbaring, selanjutnya kita serahkan kepada dokter,” imbuhnya.
Dijelaskan Yunus, Program Dompet Peduli Kemanusiaan PMI yang dilaunching sejak 13 April 2020 sampai saat ini, berhasil menghimpun 1.601 paket sembako.
“Kita rencanakan tahap dua ini bagikan 420 paket sembako, sehingga sisanya kita distribusikan pada tahap ketiga,” jelasnya.
Saat ini PMI Kota Tarakan masih memverifikasi data dan terus mendistribusikan bantuan dan juga masih menerima donasi melalui program dompet peduli.
“Berdasarkan data kita masih punya stok setelah data diverifikasi, selama ada donasi dari masyarakat selama itu kita distribusikan, tapi kita harapkan tidak dobel penerima,” ujarnya.
Bahkan, di beberapa wilayah didatangi PMI ditemukan penerima yang dobel. “Itu ada, mungkin karena dari pemerintah kota dapat, dari PMI dapat, karena verifikasi kita seminggu lalu ternyata dua hari lalu ada dari pemerintah, seperti ibu RT 1 Selumit Pantai katakan ada yang sudah dapat jadi kita alihkan jadi hanya bisa cek kesehatan saja,” terangnya.
“Semoga bisa membantu beban masyarakat, mudah-mudahan program ini terus berlanjut, kita diberikan Dinsos sampai 31 Mei 2020. Habis lebaran kita mau ajukan perpanjangan, walaupun tidak dalam kondisi pandemi ini (dompet peduli) sangat dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya.(*)
Reporter: Ramli
Editor: Ramli







