benuanta.co.id, TARAKAN – Kantor SAR Tarakan atau yang lebih dikenal dengan Basarnas Tarakan pada hari ini Rabu, 30 Maret 2022 kedatangan Direktur Operasi SAR dan Latihan BNPP Basarnas Pusat, Brigjen TNI (Mar) Wurjanto.
Kedatangan Basarnas pusat tersebut untuk melakukan uji operasi SAR yang rutin dilakukan setiap tahunnya.
Selain itu, Wurjanto juga melihat dan menerima secara langsung usulan dan permintaan dari Kepala Basarnas Tarakan, Amiruddin terkait kondisi Sumber Daya Manusia (SDM), alutsista dan pos SAR di Kaltara.
“Kansar Tarakan ini berdomisili di Tarakan tapi wilayah kerja kami keseluruhan Kaltara dan di Tarakan ini kami memiliki satu pos SAR yaitu di Nunukan sedangkan administratif pemerintahan ibukota provinsi ada di Tanjung Selor Bulungan,” ucapnya saat ditemui, Rabu (30/3/2022).
Ke depan ia meminta kepada Basarnas pusat agar dapat direstui dan diberi dukungan untuk pendirian satu posko lagi yaitu di Bulungan. Pendirian posko ini nantinya juga akan membantu pelaksanaan operasi di Tarakan yang tidak memiliki jalur darat.
“Seperti kejadian tambang batu bara yang longsor, aksesnya susah karena kita lewat laut baru darat, saya berencana membuka unit siaga SAR yang ada di Bulungan sehingga respons time kami untuk merespons kejadian lebih cepat lagi,” tutur Amir.
Selain masih berdiri selama dua bulan, kondisi alutsista atau armada juga sangat terbatas. Terlebih di Kaltara sendiri termasuk ke dalam wilayah perairan yang paling banyak kecelakaan di laut.
Merespon hal tersebut, Direktur Operasi SAR dan Latihan BNPP Basarnas Pusat, Brigjen TNI (Mar) Wurjanto menuturkan bahwa alut juga menjadi prioritas Basarnas pusat kepada seluruh daerah di Indonesia. Selain alut, kebutuhan akan personel juga terus diperhatikan oleh Basarnas pusat.
“Dari pimpinan tahun depan kita dapat 74 RBB atau kapal-kapal cepat, kemudian akan ada penambahan helikopter, saya yakin Kansar Tarakan ini akan dapat tambahan karena jadi perhatian,” tukasnya.
“Karena memang tuntutan kita sesegera mungkin sampai di tempat kejadian, secara umum kita punya target respons time yaitu 25 menit, jadi dari informasi awal selama 25 menit harus sudah bisa menggerakkan personel untuk menuju ke lokasi kejadian,” sambungnya.
Terkait usulan penambahan pos siaga SAR pihaknya juga tidak menutup telinga. Penambahan ini akan dilakukan seiring berjalannya perkembangan kebutuhan daerah tersebut. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Ramli







