benuanta.co.id, TARAKAN – Guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan terus mengevaluasi pengelolaan sumber-sumber pajak yang telah beroperasi.
Berdasarkan keterangan Walikota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes melalui Sekretaris Daerah Hamid Amren, SE, pihaknya sedang mengupayakan optimalisasi tata kelola PAD di Bumi Paguntaka.
“Arahan pak Walikota Tarakan, kita harus mengoptimalkan setiap jenis PAD. Seperti halnya pajak dan juga retribusi. Jadi baik itu target dan realisasi haruslah menguntungkan dan meningkat setiap waktunya,” ujar Hamid Amren kepada benuanta.co.id Jumat, 20 November 2021.
Lanjut Sekda, biaya operasional yang dikeluarkan Pemkot Tarakan pun kiranya melahirkan keuntungan bagi daerah, alias tak merugi.
“Kecuali untuk pelayanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, fasilitas umum ya kita harus utamakan,” imbuhnya.
“Sejauh ini pajak tertinggi yaitu restoran, hotel, pajak penerangan jalan, PBB dan balik nama,” tambahnya.
Kata dia, Walikota ingin mengoptimalkan setiap jenis PAD seperti pajak dan retribusi. Pemkot Tarakan sendiri optimis kenaikan PAD sangat menentukan pembangunan daerah. Sebab, hal itu menjadi target yang kerap diusahakan Pemkot Tarakan bersama OPD dan unsur yang terkait.
“Yang masih memungkinkan bertambah ialah PAD. Jadi kita harus berusaha untuk mengoptimalkannya. Kalau APBN tidak mungkin lagi dinaikkan. Bahkan, sempat juga beberapa pengalaman itu terjadi recofusing anggaran,” tutupnya. (*)
Reporter : Kristianto Triwibowo
Editor : Yogi Wibawa







