Tarakan Didominasi Cuaca Cerah hingga Sepekan, BMKG Ingatkan Potensi Karhutla

benuanta.co.id, TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Tarakan memprakirakan cuaca di Kota Tarakan pada periode 15–21 Juni 2026 akan didominasi kondisi cerah hingga berawan. Di balik kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan karena cuaca cerah yang berlangsung dalam beberapa hari dapat meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), terutama jika masih terjadi pembukaan lahan dengan cara membakar.

Forecaster On Duty BMKG Tarakan, Ida Bagus Yamuna, mengatakan secara umum kondisi cuaca di Tarakan selama sepekan ke depan relatif stabil dengan dominasi cuaca cerah hingga berawan. Namun, perubahan cuaca tetap memungkinkan terjadi di beberapa wilayah karena faktor dinamika atmosfer yang bersifat lokal.

“Cuaca di Tarakan umumnya cerah hingga berawan dengan potensi hujan lokal intensitas ringan hingga sedang masih dapat terjadi secara tidak merata di wilayah Tarakan,” ungkapnya, Senin (15/6/2026).

Baca Juga :  Penjualan MinyaKita di Atas HET Berpotensi Jadi Temuan, DKUKMP Tarakan Beri Peringatan ke Pedagang

Meski cuaca cerah menjadi kondisi yang paling dominan, BMKG menilai peluang terjadinya hujan belum sepenuhnya hilang. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi turun di sejumlah titik dan waktunya tidak dapat disamaratakan untuk seluruh wilayah Kota Tarakan.

“Potensi hujan lokal intensitas ringan hingga sedang masih dapat terjadi secara tidak merata di wilayah Tarakan,” jelasnya.

Selain memantau kondisi hujan, BMKG juga memprakirakan suhu udara di Tarakan berada pada kisaran yang cukup hangat selama periode tersebut. Masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan aktivitas luar ruangan dengan kondisi cuaca agar tetap nyaman dan aman.

“Suhu udara berkisar antara 27 hingga 32 derajat Celsius,” bebernya.

Baca Juga :  Pengawasan Diperketat, Bandara Juwata Optimalkan X-Ray dan Profiling Penumpang

Kondisi atmosfer di Tarakan juga diperkirakan ditandai dengan tingkat kelembapan udara yang cukup tinggi, yaitu antara 70 hingga 95 persen. Sementara itu, kecepatan angin berada pada kisaran 5 hingga 15 kilometer per jam sehingga masih tergolong normal untuk wilayah tersebut.

“Kelembapan berkisar 70 hingga 95 persen dan kecepatan angin berkisar antara 5 hingga 15 kilometer per jam,” ujarnya.

Menurut BMKG, dominasi cuaca cerah dalam beberapa hari mendatang perlu menjadi perhatian karena dapat menyebabkan vegetasi dan lahan lebih mudah mengering. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko munculnya titik api apabila terdapat aktivitas pembakaran terbuka.

“Dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer dengan cuaca cerah dalam beberapa hari ke depan, terdapat potensi yang perlu diwaspadai,” katanya.

Atas kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya kebakaran hutan dan lahan yang dapat meluas serta menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Baca Juga :  Iraw Tengkayu Kembali Masuk Karisma Event Nusantara

“BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena memicu potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla),” tegasnya.

BMKG berharap masyarakat dapat memanfaatkan informasi prakiraan cuaca sebagai acuan dalam beraktivitas sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap upaya pencegahan Karhutla. Kerja sama seluruh pihak dinilai menjadi kunci untuk menjaga kondisi lingkungan tetap aman selama periode cuaca cerah yang mendominasi Tarakan.

“Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla),” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *