Kejadian itu bisa saja tak terjadi di satu indekos saja, melainkan beberapa indekos di Tarakan pun demikian. Pasalnya, penyewa indekos sering memanfaatkan indekos yang longgar akan pengawasan. Terlabih tidak adanya peraturan ketat terhadap penyewa. Maka hal itu menjadi tempat tujuan utama para remaja untuk memuaskan nafsunya.
Pada kasus indekos yang sering digunakan para remaja ini bukan hanya sekali terjadi. Satpol PP Tarakan kerap kali mendapati kasus serupa. Mulai dari remaja hingga pasangan dewasa yang belum memliki ikatan resmi, namun sudah berani tinggal berdua dengan waktu yang cukup lama di indekos. Hal ini tentu masuk dalam katagori kumpul kebo.
“Jelas yang seperti itu (kumpul kebo) tidak kita benarkan. Setiap kali kita dapati pasti langsung kita bawa ke kantor. Meski berbagai alasan mereka sampaikan tetap kami anggap melanggar, karena tidak menunjukkan identitas ikatan yang jelas secara hukum,” tuturnya.
Menurut data Satpol PP Tarakan, penemuan kasus asusila dan pendatang yang tidak memiliki identitas terbanyak di wilayah Tarakan Barat dan Tarakan Tengah. Lokasinya mulai dari indekos hingga rumah kontrakan. Meski target Satpol PP Tarakan menekan pendatang dengan tanpa identitas, kasusu asusila di indekos juga menjadi salah satu tujuan penegak perda ini setiap kali melakukan operasi.
Pantauan Benuanta dari beberapa indekos yang ada di Tarakan, indekos didominasi mahasiswa yang menempuh kuliah di universitas-universitas di Tarakan. Selebihnya ditempati pendatang dari luar Kaltara, seperti dari Sulawesi dan Jawa. Seperti di daerah Kampung Satu, kebanyak indekos di wilayah tersebut penyewanya mahasiswa Universitas Borneo dan Stie Bulungan-Tarakan.
Di wilayah tersebut jumlah indekos cukup banyak dan terpantau kurang dikontrol dengan baik oleh pemiliknya. Sebab, dari pantauan Benuanta beberapa penyewa indekos di wilayah itu tak lagi memilah penyewa laki-laki maupun wanita. Beberapa indekos penyewanya campuran dan sebagian di antaranya khusus wanita.
Di indekos yang penyewanya campuran tersebut rata-rata dari kalangan mahasiswa. Meski ada penyewa dari pekerja namun tak sebanyak penyewa mahasiswa. Terpantau pula aktivitas di indekos tersebut cukup bebas. Penyewa indekos wanita sering terlihat didatangi beberapa kerabat pria, yang diduga rekan sesama mahasiswa.







