TARAKAN – Melalui sidang kabinet paripurna, Presiden RI, Joko Widodo mengeluarkan arahan untuk melakukan uji sampel secara masif. Berikut tanggapan Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Tarakan.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M. Kes mengatakan uji sampel belum dilakukan secara masif.
“Pemeriksan secara masif belum dilakukan, kami berusaha secara cepat tapi kami harus memilah-milah terlebih dahulu, mengingat jumlah alat yang digunakan untuk melakukan RDT (Rapid Diasnoctic Tes)
itu sangat terbatas,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa 14 April 2020.
Baca Juga :
– Cegah Covid-19, Penumpang Penerbangan dari Luar Tarakan Akan Dikarantina
dr. Devi mengaku, saat ini alat RDT hanya tersisa sekitar 40 unit. “Kami sudah mencoba memesan dan meminta bantuan untuk perlengkapan RDT namun sampai saat ini belum ada yang tersedia,” tambahnya.
Pantauan benuanta.co.id, selain uji sampel secara masif, Kepala Negara juga meminta masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi kesehatan berupa telemedicine.
Seperti diketahui, telemedicine merupakan telekomunikasi pelayanan medis, antara tenaga medis dengan pasien atau penderita gangguan kesehatan dari jarak jauh menggunakan aplikasi.
dr. Devi mengaku dirinya juga sempat terlibat dalam telemedicine dan berkomunikasi dengan pasien secara jarak jauh.
“Ada beberapa kali saya juga melakukan kegiatan seperti ini, seperti mengusulkan obat dan terapi yang harus dilaksanakan oleh pasien. Karena ketentuan untuk meminimalisir kontak, kami akan upayakan untuk pemberian obat dan terapi melalui telemedicine,” terangnya.
Layanan telemedicine sekarang masih dalam proses, “namun sudah ada beberapa dokter yang melakukan hal tersebut, dan bisa memberikan terapi untuk penyakit-penyakit ringan,” tutupnya. (*)
Reporter : Matthew Gregori Nusa
Editor : Nicky







