TARAKAN – Perbaikan Jalan Gajah Mada Kota Tarakan yang rusak dan drainase hingga ke sungai di Jalan Cenderawasih belum tampak. Tak ada aktivitas di wilayah tersebut sejak kunjungan pemda sekitar dua pekan lalu.
Andika, warga sekitar Jalan Gajah Mada, mengatakan dirinya sempat membaca sejumlah pemberitaan di media sosial mengenai rencana perbaikan Jalan Gajah Mada dalam waktu dekat. Bahkan, terdapat informasi yang menyebut pengerjaan akan dimulai dalam waktu satu minggu. Namun, berdasarkan pengamatannya, hingga kini belum terlihat aktivitas perbaikan di lokasi tersebut.
“Saya membaca beberapa berita di media sosial bahwa jalan ini akan diperbaiki dalam waktu dekat, bahkan ada yang mengatakan dalam seminggu. Tapi sampai sekarang belum ada pergerakan yang saya lihat dari pemerintah,” ungkapnya, Selasa (27/10/2026).
Belum terlihatnya aktivitas pengerjaan tersebut, menurut Andika, menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai sejauh mana koordinasi dan proses penanganan yang telah dilakukan pemerintah. Ia berharap rencana perbaikan yang sebelumnya disampaikan tidak berhenti sebatas wacana, mengingat kondisi jalan masih membutuhkan penanganan.
“Tentu ini juga menjadi pertanyaan bagi masyarakat, sejauh mana koordinasi dan proses yang sudah ada. Jangan sampai ini menjadi wacana-wacana saja,” katanya.
Ia menilai kerusakan Jalan Gajah Mada juga berpotensi merugikan pengguna jalan karena kendaraan harus melintasi permukaan jalan yang tidak dalam kondisi baik. Menurutnya, perbaikan diperlukan agar masyarakat dapat menggunakan akses tersebut dengan lebih aman dan nyaman tanpa terus mengkhawatirkan kondisi kendaraan.
“Kondisi jalan yang rusak ini tentu membuat kendaraan rentan rusak,” bebernya.
Selain kerusakan jalan, Ia turut mengeluhkan bau tidak sedap yang kerap tercium di sekitar lokasi. Kondisi tersebut dinilainya semakin mengganggu, terutama setelah hujan turun dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, sumber bau tersebut belum dapat dipastikan hanya berdasarkan pengamatan warga.
“Beberapa hari ke belakang ini kan hujan, jadi yang ada di sana pasti akan menguap dan menyebabkan bau tidak sedap,” tukasnya.
Keluhan serupa disampaikan Karmin, warga RT 10 Karang Anyar Pantai yang bekerja sebagai kuli atau tukang di Hotel Segiri. Lokasi tempatnya bekerja berada di sekitar Jalan Gajah Mada yang mengalami kerusakan, sehingga ia cukup sering melewati ruas jalan tersebut. Berdasarkan pengamatannya, genangan air di badan jalan diduga berkaitan dengan aliran dari saluran pembuangan permukiman di sekitarnya.
“Pembuangan parit-parit warga itu kan menggenang ke sini. Makanya jalannya rusak terus,” katanya.
Karmin juga mengatakan bau tidak sedap kerap tercium ketika kendaraan melintas, terutama pada sore hari. Ia menduga bau tersebut berasal dari air rumah tangga yang menggenang akibat saluran pembuangan yang tertutup di bawah permukaan jalan. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan sumber bau dan kondisi saluran yang sebenarnya.
“Bau, Pak. Setiap motor lewat, apalagi sore-sore, baunya. Ini air rumah tangga, pembuangan-pembuangan parit yang sudah tertutup di bawah itu,” ujarnya.
Menurut Karmin, persoalan kerusakan jalan dan bau tidak sedap tersebut bukan baru terjadi dalam beberapa bulan terakhir, melainkan sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Ia mengingat jalan tersebut pernah diperbaiki beberapa tahun lalu, tetapi genangan masih terjadi karena posisi badan jalan dinilai lebih rendah sehingga air tetap meluap ke permukaan.
“Kalau ini sudah bertahun-tahun, Pak. Beberapa tahun yang lalu ini diperbaiki, cuma karena ini rendah, jadi airnya masih meluap ke sini,” terangnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut semakin terasa ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Air yang menggenang membuat kawasan itu semakin tidak nyaman dilalui, sementara bau tidak sedap juga menjadi keluhan bagi pengguna jalan yang melintas.
“Kalau pas hujan berat, baunya di sini penuh,” tambahnya.
- Rp100 Juta Penanganan Jalan Gajah Mada Tarakan
- Perbaikan Jalan Gajah Mada dan Drainase Dibutuhkan Kolaborasi Pemprov dan Pemkot Tarakan
Karmin berharap pemerintah segera melakukan pembenahan agar kerusakan jalan, genangan, dan bau tidak sedap tidak terus berulang. Menurutnya, Jalan Gajah Mada merupakan akses umum yang ramai digunakan masyarakat sehingga kondisinya perlu mendapat perhatian dan penanganan yang jelas.
“Semua warga pasti pengennya jalan bagus, Pak. Ini kan akses umum, ramai juga, supaya tidak bau,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli








