NUNUKAN – Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Yonkav 8/Narasinga Wiratama memperluas peran pembinaan masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.
Tak hanya menjaga kedaulatan wilayah, prajurit TNI juga menghadirkan program kursus bahasa Inggris dan Jerman, pembinaan olahraga, pemberdayaan ekonomi, hingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Komandan Satgas Pamtas Yonkav 8/Narasinga Wiratama, Letkol Kav Dian Kriswijaya, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata TNI dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan.
Di bidang pendidikan, Satgas Pamtas membuka kursus bahasa Inggris bagi siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Sementara itu, kursus bahasa Jerman disiapkan bagi siswa sekolah menengah atas (SMA) dan kalangan profesional.
“Di bidang pendidikan, Satgas Pamtas memberikan kursus bahasa Inggris bagi siswa SD dan SMP. Sementara itu, kursus bahasa Jerman disiapkan bagi siswa SMA dan kalangan profesional,” ujar Dian.
Menurutnya, penguasaan bahasa asing menjadi salah satu bekal penting untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kapasitas generasi muda di kawasan perbatasan.
Tak hanya pendidikan, pembinaan olahraga juga menjadi perhatian Satgas Pamtas. Salah satunya melalui pengembangan pencak silat, yang merupakan salah satu kemampuan unggulan Yonkav 8. Satuan ini juga memiliki pengalaman mengikuti berbagai pertandingan di Jawa Timur dan meraih prestasi.
Satgas Pamtas turut membentuk Narasinga Running Club sebagai wadah bagi masyarakat, khususnya pemula, untuk mulai membangun kebiasaan berolahraga lari. Selain itu, Narasinga Volleyball Club dikembangkan untuk mendorong minat masyarakat terhadap olahraga bola voli sekaligus membuka ruang pembinaan bagi para pemain.
Sebagai tindak lanjut, Satgas Pamtas merencanakan turnamen bola voli di halaman Makotis pada akhir November hingga Desember 2026.
“Kami merencanakan penyelenggaraan turnamen bola voli di halaman Makotis pada akhir November hingga Desember mendatang sebagai bagian dari upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga,” katanya.
Di sektor ekonomi, Satgas Pamtas juga menjalankan program pembinaan masyarakat untuk mendukung peningkatan kemampuan dan kemandirian warga. Sementara di bidang kesehatan, Satgas menyediakan layanan melalui poliklinik yang dapat dimanfaatkan masyarakat umum, termasuk warga sipil.
Ia menegaskan, berbagai program tersebut tidak hanya menyasar masyarakat di sekitar markas, tetapi juga menjangkau warga yang tinggal di pos-pos terdepan perbatasan.
Dengan demikian, kehadiran prajurit TNI di kawasan perbatasan tidak hanya berfokus pada pengamanan wilayah, tetapi juga diwujudkan melalui kegiatan sosial, pendidikan, dan pelayanan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Berbagai program tersebut menjadi bagian dari komitmen Satgas Pamtas Yonkav 8/Narasinga Wiratama dalam memperkuat hubungan TNI dengan masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kualitas SDM di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina








