BULUNGAN – Perekonomian Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat pertumbuhan sebesar 4,96 persen pada triwulan II 2026. Capaian tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi daerah yang terus bergerak positif di tengah upaya pemerintah memperkuat pembangunan dan menjaga stabilitas ekonomi.
Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang mengatakan, pertumbuhan ekonomi daerah secara kumulatif pada semester I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya mencapai 5,09 persen.
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltara atas dasar harga berlaku pada triwulan II 2026 tercatat sebesar Rp42,47 triliun.
Menurut Gubernur Zainal, tren pertumbuhan ekonomi Kaltara dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang positif dan relatif stabil. Pertumbuhan tersebut ditopang sejumlah sektor utama, di antaranya konstruksi, industri pengolahan, dan pertambangan.
“Kita patut bersyukur atas hal tersebut, karena ini merupakan hasil dari kinerja kita bersama,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Selain pertumbuhan ekonomi, stabilitas inflasi daerah yang terjaga di bawah 3 persen juga menjadi salah satu faktor yang mendukung kondisi perekonomian Kaltara. Meski demikian, capaian tersebut perlu diiringi dengan pengelolaan pemerintahan yang baik agar pembangunan daerah dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat banyak bagi masyarakat.
Gubernur Zainal menegaskan, tata kelola pemerintahan yang baik menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan daerah. Karena itu, sinergi seluruh unsur pemerintahan diperlukan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memastikan kebijakan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi menurutnya, tidak hanya menjadi indikator perkembangan aktivitas usaha. Tetapi juga perlu didukung oleh pelaksanaan pembangunan yang terarah dan pengelolaan pemerintahan yang akuntabel.
Dengan menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat tata kelola pemerintahan, Pemprov Kaltara diharapkan dapat mempertahankan tren pertumbuhan positif serta mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina








