NUNUKAN – Hasil karya peserta yang ditampilkan dalam Kegiatan Bulan Bakti Pramuka ‘Kemah Bakti Kreatif dan Inovatif Saka Widya Budaya Bakti Kwartir Daerah (Kwarda) Kalimantan Utara (Kaltara)’ di Kabupaten Nunukan berpeluang dikembangkan menjadi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta cendera mata khas daerah.
Pemerintah Kabupaten Nunukan membuka peluang bagi produk buatan peserta untuk dipromosikan dan dipasarkan setelah memenuhi persyaratan kelayakan dan sertifikasi halal sesuai ketentuan.
Ketua Kwarda Kaltara, Hj. Rahmawati, S.H., mengatakan kreativitas para peserta menunjukkan potensi yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Sejumlah karya yang diperkenalkan meliputi olahan makanan berbahan rumput laut, kerajinan, hingga berbagai kreasi lainnya.
Rahmawati mengaku telah berkomunikasi dengan Bupati Nunukan agar hasil karya para pelajar mendapat perhatian dan dukungan promosi dari pemerintah daerah. Menurutnya, apresiasi terhadap karya peserta dapat menjadi dorongan bagi mereka untuk terus berinovasi.
“Saya sudah berbicara dengan Pak Bupati agar anak-anak itu menjadi semangat ketika hasil karya mereka dilihat dan dipromosikan oleh kepala daerah setempat,” ujarnya, Jumat (23/10/2026)
Ia menyebutkan, produk makanan yang dihasilkan peserta berpeluang masuk ke jaringan UMKM, termasuk melalui dukungan kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), setelah melalui proses pengujian halal dan pemeriksaan kelayakan yang diperlukan.
Rahmawati berharap produk tersebut nantinya dapat menjadi pilihan oleh-oleh bagi masyarakat maupun tamu yang berkunjung ke Nunukan. Pemanfaatan bahan baku lokal juga dinilai menjadi keunggulan karena peserta mampu mengolah potensi yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi produk kreatif.
Selain pengembangan produk, Rahmawati juga menyampaikan adanya peluang dukungan dari Dinas Pertanian berupa bantuan bibit. Peserta diharapkan tidak hanya berinovasi melalui pengolahan produk, tetapi juga memanfaatkan lahan sekolah untuk kegiatan berkebun.
Langkah tersebut dapat menjadi bagian dari pembelajaran kewirausahaan bagi pelajar, mulai dari mengenali potensi bahan baku, mengolahnya menjadi produk, menjaga kualitas, hingga memahami kebutuhan pasar. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, hasil karya peserta Pramuka diharapkan tidak berhenti sebagai pajangan dalam perkemahan, melainkan berpeluang berkembang menjadi produk unggulan daerah.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Nunukan sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Nunukan, Irwan Sabri, mengatakan pemerintah daerah mengapresiasi kreativitas pelajar yang tidak hanya menghasilkan olahan makanan, tetapi juga menampilkan unsur budaya, rumah adat, dan cendera mata khas daerah.
Namun, ia menekankan pengembangan produk tidak cukup hanya mengandalkan kreativitas. Konsistensi kualitas, cita rasa, serta kemampuan mempertahankan produksi menjadi faktor penting sebelum produk dikembangkan ke skala usaha yang lebih besar.
“Kalau sudah bisa konsisten, insyaallah nanti bisa ditingkatkan lagi dan dinaikkan ke UMKM. UMKM-nya nanti menjadi ciri khas Kabupaten Nunukan dan bisa menjadi cendera mata setiap tamu yang ada di Kabupaten Nunukan,” terangnya
Pemerintah daerah, akan mendorong agar produk yang dihasilkan pelajar memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut. Meski demikian, realisasi pemasaran dan pengembangan ke sektor UMKM tetap memerlukan tindak lanjut, termasuk pemenuhan persyaratan produk dan kesinambungan produksi. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Ramli








