TARAKAN – Lima warga Tarakan yang mengalami kecelakaan speedboat mati mesin di perairan Muara, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, Sabtu, 24 Oktober 2026. Tim SAR gabungan menemukan seluruh penumpang pada sore hari dan mengevakuasi mereka menuju Pelabuhan Perikanan di Kota Tarakan.
Kepala Seksi Operasi (Kasi Ops) Basarnas Tarakan, Dede Heriana, S.E., mengungkapkan seluruh korban ditemukan pada pukul 15.45 WITA di sekitar titik lokasi kejadian. Penemuan tersebut mengakhiri pencarian terhadap lima penumpang yang sebelumnya dilaporkan mengalami mati mesin saat hendak kembali ke Tarakan.
“Tim SAR gabungan berhasil menemukan seluruh korban dalam kondisi selamat pada pukul 15.45 WITA,” ungkapnya.
Kelima korban terdiri dari Isak berusia 46 tahun, Hendrawan berusia 29 tahun, Nazarudin berusia 35 tahun, Kartina berusia 31 tahun, serta Yumi yang masih berusia enam tahun. Seluruhnya merupakan warga Tarakan yang berada di dalam speedboat ketika kapal mengalami mati mesin.
“Berdasarkan data yang kami terima, terdapat lima orang penumpang dan seluruhnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat,” ujarnya.
Dede menjelaskan, lokasi penemuan berada di perairan Muara, Kabupaten Bulungan, pada koordinat 3° 8’15.56”N dan 117°29’14.24”E. Titik tersebut sesuai dengan lokasi kejadian yang dilaporkan sebelumnya, sehingga tim SAR gabungan dapat melakukan penanganan terhadap seluruh penumpang.
“Korban ditemukan pada koordinat yang sesuai dengan titik lokasi kejadian atau LKP,” jelasnya.
Setelah ditemukan, kelima korban selanjutnya dievakuasi menuju Pelabuhan Perikanan di Kota Tarakan. Proses evakuasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian operasi pencarian dan pertolongan yang dilaksanakan sejak laporan kecelakaan diterima Basarnas Tarakan pada pukul 11.15 WITA.
“Setelah ditemukan, seluruh korban dievakuasi menuju Pelabuhan Perikanan Kota Tarakan,” bebernya.
Sebelumnya, speedboat tersebut dilaporkan mengalami mati mesin sekitar pukul 10.50 WITA ketika hendak kembali menuju Tarakan. Informasi awal disampaikan oleh Isak, salah seorang penumpang, kepada Kantor SAR Tarakan pada pukul 11.15 WITA. Saat kejadian, kondisi cuaca dilaporkan berkabut.
“Informasi awal kami terima dari salah seorang penumpang yang melaporkan bahwa speedboat mengalami mati mesin di perairan Muara,” terangnya.
Dalam pelaksanaan operasi, Kantor SAR Tarakan berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan yang melibatkan personel Polairud Polda serta masyarakat. Tim menggunakan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) 03, satu unit mobil penyelamat (Rescue Car), dan dua unit alat komunikasi untuk mendukung pelaksanaan operasi.
“Unsur yang terlibat dalam operasi ini meliputi Kantor SAR Tarakan, Polairud Polda, dan masyarakat,” paparnya.
Setelah seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi, tim SAR gabungan melaksanakan debriefing pada pukul 16.00 WITA. Operasi SAR hari pertama kemudian dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup, sedangkan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.
“Setelah debriefing, operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup,” pungkasnya.
Dalam laporan perkembangan operasi SAR tersebut, kondisi cuaca tercatat cerah dan tidak terdapat faktor penghambat selama pelaksanaan operasi. Keberhasilan menemukan seluruh korban dalam kondisi selamat sekaligus mengakhiri pencarian terhadap lima warga Tarakan yang mengalami kecelakaan kapal di perairan Muara, Kabupaten Bulungan. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli








