BULUNGAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Utara (Kaltara) mengusulkan penambahan frekuensi pelayaran kapal Rede yang melayani rute Tarakan–Ancam. Usulan ini menyusul tingginya permintaan angkutan penumpang dan barang pada rute tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Kaltara Idham Chalid mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima, tingkat keterisian penumpang kapal Rede, KM Gandha Nusantara 05, kerap penuh dalam setiap pelayaran.
“Dari laporan yang kami terima, 74 penumpang ini selalu penuh. Itu yang membuat kami harus berpikir untuk mengusulkan penambahan frekuensi pelayaran,” sebutnya, Selasa (27/10/2026).
Saat ini, pelayaran kapal Rede tersebut dijadwalkan satu kali dalam sepekan. Dishub Kaltara mengusulkan agar frekuensi itu ditingkatkan menjadi dua kali dalam sepekan. Menurut Idham, sapaannya, penambahan frekuensi diperlukan untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat, mengingat kapal tersebut tidak hanya mengangkut penumpang, tetapi juga barang.
Rencana penambahan jadwal pelayaran masih menunggu pembahasan dan keputusan lebih lanjut. Dishub Kaltara telah menyampaikan usulan tersebut kepada pemerintah sebagai bagian dari evaluasi layanan angkutan laut.
“Kalau pastinya belum diputuskan, tetapi sudah kita usulkan. Yang dari satu minggu sekali, kita tambah menjadi seminggu dua kali,”ungkapnya.
Idham menjelaskan, operasional kapal Rede juga dipengaruhi kondisi perairan, terutama pasang surut air. Kapal dengan kapasitas 93 gross tonnage (GT) tersebut harus menyesuaikan waktu pelayaran agar dapat melintasi jalur menuju Ancam dengan aman.
Kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan jadwal tambahan. Menurutnya, penyesuaian frekuensi tetap perlu memperhatikan kondisi perairan dan keselamatan pelayaran.
Selain itu, waktu tempuh perjalanan kapal menuju wilayah tersebut dapat mencapai tujuh jam. Kecepatan kapal yang relatif rendah, sekitar lima knot, turut memengaruhi durasi perjalanan, bergantung pada kondisi muatan dan perairan.
Idham menambahkan, evaluasi layanan pelayaran dilakukan secara berkala untuk memastikan kebutuhan angkutan masyarakat tetap terpenuhi. Kontrak operasional yang berlaku tahunan juga menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam pengusulan frekuensi berikutnya.
Dishub Kaltara berharap penambahan jadwal pelayaran dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat, sekaligus memperlancar distribusi barang menuju wilayah yang dilayani kapal Rede tersebut. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina








