Siapkan Lahan 23 Hektare untuk Pembangunan Pusat Olahraga di Kaltara

BULUNGAN – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali mematangkan usulan pembangunan fasilitas olahraga atau sport center yang akan diajukan kepada pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kepala Dispora Kaltara, Bustan mengatakan, pemerintah provinsi telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 23 hektare di kawasan Kota Baru Mandiri. Namun, usulan pembangunan tersebut masih perlu dievaluasi, terutama terkait kelengkapan dokumen perencanaan dan penentuan fasilitas yang menjadi prioritas.

Menurutnya, dokumen perencanaan pembangunan sebenarnya telah disiapkan sebelum dirinya menjabat. Namun, masih terdapat kekurangan yang harus dilengkapi, termasuk detail engineering design (DED) atau perencanaan teknis terperinci.

Baca Juga :  Produk Kreatif Pramuka Nunukan Dilirik Jadi Oleh-Oleh Khas Daerah

Ia menjelaskan, sebelumnya Gubernur Kaltara telah bertemu dengan Menteri Pemuda dan Olahraga untuk membahas rencana pembangunan fasilitas olahraga tersebut. Dalam pembahasan itu, pemerintah provinsi diminta melengkapi dokumen teknis sebagai salah satu persyaratan pengajuan pembangunan.

Bustan menyebutkan, pihaknya akan kembali memetakan kebutuhan infrastruktur olahraga di Kaltara agar usulan yang disampaikan lebih terarah dan sesuai dengan kemampuan serta kebutuhan daerah.

Tidak semua cabang olahraga akan diusulkan sekaligus. Dispora akan menentukan cabang olahraga unggulan yang membutuhkan fasilitas memadai dan berpotensi mendukung peningkatan prestasi atlet Kaltara.

Baca Juga :  Standar Respons Laporan Kebakaran Belum Terpenuhi, Ombudsman Kaltara Soroti Keterbatasan Damkar Bulungan

“Kita akan membuat semacam pemetaan berkaitan dengan kebutuhan infrastruktur di Provinsi Kaltara. Apa saja cabang olahraga yang menjadi unggulan, karena tidak serta-merta semua yang kita usulkan akan disetujui,” jelasnya, Senin (26/10/2026).

Dalam proses tersebut, Dispora Kaltara juga akan berkoordinasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) provinsi, KONI kabupaten kota, serta Dispora di daerah untuk mengidentifikasi kebutuhan fasilitas olahraga.

Selain pembangunan fisik, pemetaan juga akan mencakup kebutuhan tenaga pelatih dan tenaga olahraga. Dengan demikian, perencanaan yang disusun tidak hanya berorientasi pada pembangunan gedung, tetapi juga pada keberlanjutan pembinaan atlet.

Baca Juga :  Marak Warga NTT Masuk Malaysia Jalur Unprosedural via Kaltara, Wagub Johni Asadoma Upayakan Buka Lapangan Kerja

Bustan mengatakan, setelah persyaratan administrasi dan teknis dilengkapi, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) diharapkan dapat memberikan rekomendasi kepada kementerian teknis terkait pembangunan infrastruktur.

Ia berharap pembangunan fasilitas olahraga tersebut dapat mulai direalisasikan sebelum masa jabatan gubernur berakhir.

“Target kita sebelum berakhir periode Pak Gubernur, minimal ada satu atau dua cabang olahraga yang bisa direalisasikan, atau setidaknya sudah dilakukan peletakan batu pertama,” pungkasnya. (*)

Reporter : Ike Julianti

Editor: Endah Agustina