benuanta.co.id, TARAKAN – Semangat efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah tidak mengurangi komitmen penyelenggara dalam mempertahankan kualitas Iraw Tengkayu XV Kota Tarakan 2026. Bahkan, festival budaya khas Tarakan tersebut kembali masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) untuk kelima kalinya.
Sekretaris Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Tarakan sekaligus Wakil Sekretaris Panitia Iraw Tengkayu 2026, Zainuddin, mengatakan pencapaian tersebut menjadi prestasi tersendiri mengingat proses kurasi dilakukan secara independen oleh pemerintah pusat.
“Informasi yang saya dapat, Iraw Tengkayu ini sudah masuk lima kali dalam KEN. Untuk kabupaten kota lain masuk tiga kali saja sudah berat. Ini sebuah prestasi buat kita semua,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu indikator penilaian dalam KEN adalah dampak ekonomi terhadap masyarakat, selain aspek pelestarian budaya dan manajemen pengelolaan kegiatan.
Menurutnya, meskipun memiliki anggaran yang relatif kecil dibandingkan daerah lain di Kalimantan Utara, Iraw Tengkayu tetap mampu mempertahankan eksistensinya di tingkat nasional.
“Dengan dana yang mungkin paling kecil di antara kabupaten kota lain di Kalimantan Utara, kita mampu bertahan sampai lima kali masuk KEN,” ungkapnya.
Zainuddin memperkirakan anggaran penyelenggaraan Iraw Tengkayu berada pada kisaran Rp1 miliar hingga Rp2 miliar, bahkan tahun ini berpotensi lebih rendah karena kebijakan efisiensi.
Dampaknya, beberapa komponen pelaksanaan harus disesuaikan, seperti pengurangan tenaga pengamanan dan jumlah kepanitiaan yang terlibat.
Jumlah penari juga mengalami penyesuaian. Jika sebelumnya mencapai sekitar 250 orang, tahun ini dipertahankan sebanyak 150 penari.
“Kami tetap bertahan di 150 penari. Penurunannya supaya honor yang diterima para penari tidak berkurang,” jelasnya.
Ia memastikan tidak ada artis nasional yang didatangkan dalam pelaksanaan tahun ini. Kalaupun ada penampil dari luar daerah, hal itu hanya dimungkinkan apabila berasal dari dukungan kementerian atau sponsor.
“Kalau pemerintah, ada persyaratannya. Bantuan diutamakan untuk memaksimalkan potensi daerah daripada mendatangkan dari luar,” ujarnya.
Namun, masyarakat tetap akan disuguhkan panggung hiburan rakyat pada malam 5 Juli setelah prosesi utama Iraw Tengkayu selesai dilaksanakan.
Untuk partisipasi masyarakat, panitia menargetkan jumlah peserta minimal sama dengan tahun sebelumnya. Pada pelaksanaan 2025, pawai budaya diikuti sekitar 120 kendaraan serta melibatkan hampir 1.000 peserta dengan jumlah penonton diperkirakan mencapai 10 ribu orang.
Pendaftaran peserta pawai yang telah dibuka sejak awal Juni meliputi kategori kendaraan hias, sepeda hias, dan pawai jalan kaki. Sementara kategori sepeda motor tidak dilombakan.
“Sudah ada yang mendaftar, baik kendaraan maupun pejalan kaki. Kami berharap antusiasme masyarakat minimal sama seperti tahun lalu meskipun kondisi daya beli saat ini menurun,” tutupnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Ramli








