benuanta.co.id, TARAKAN – Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DKISP) Kota Tarakan berencana menambah pemasangan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik rawan di Kota Tarakan. Penambahan itu dilakukan untuk mendukung pemantauan kemacetan, potensi banjir pasang, hingga titik rawan kecelakaan dan kriminalitas.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DKISP) Kota Tarakan, Endah Sarastiningsih, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan saat ini pihaknya telah memasang CCTV di 29 titik yang tersebar di beberapa wilayah Kota Tarakan. Sebagian besar CCTV dipasang di jalur utama kota, terutama sepanjang jalan nasional dari kawasan bandara hingga pusat kota.
“CCTV kita ada 29 titik, tersebar. Memang belum rata, tapi yang banyak itu di sepanjang kota, terutama jalan nasional dari bandara sampai ke sini,” ungkapnya, Kamis (28/5/2026).
Menurut Endah, keberadaan CCTV menjadi bagian dari layanan Unit Pelaksana Teknis Daerah Tarakan Command Center (TCC) yang berada di bawah DKISP. Selain CCTV, TCC juga mengelola layanan Call Center 112, ambulans pasien, mobil jenazah, hingga pusat aduan masyarakat.
“TCC ini merupakan program prioritas wali kota, jadi ada layanan 112, ambulans, mobil jenazah, sama layanan CCTV,” jelasnya.
DKISP, lanjut Endah, kini tengah menyusun master plan pengembangan CCTV agar jangkauannya bisa diperluas ke titik-titik strategis yang dianggap rawan. Fokus pengembangan diarahkan pada kawasan rawan kemacetan, genangan air pasang, kecelakaan lalu lintas, hingga tindak kriminalitas.
“Kita ingin membuat master plan yang memang jangkauan CCTV itu di titik-titik tertentu yang memang kita anggap rawan,” katanya.
Ia menuturkan, CCTV nantinya tidak hanya berfungsi untuk pengawasan keamanan, tetapi juga membantu masyarakat memantau kondisi jalan secara real time. Salah satunya di kawasan yang kerap terdampak banjir pasang agar warga dapat menentukan jalur alternatif saat melintas.
“Kadang masyarakat perlu memantau, oh di sini banjir, jadi dia bisa putar arah,” tuturnya.
Meski demikian, pengembangan CCTV di Tarakan masih menghadapi sejumlah kendala teknis. Endah menyebut pemasangan CCTV membutuhkan tiga komponen utama yang harus tersedia secara bersamaan, yakni perangkat CCTV, jaringan internet, dan sumber listrik.
“Permasalahannya ketika memasang CCTV ini ada tiga item yang harus dipadukan, ada sumber listriknya, ada sumber internetnya, sama ada alatnya,” imbuhnya.
Kendala tersebut paling banyak ditemui di wilayah pinggiran kota, terutama di kawasan utara Tarakan. Beberapa lokasi yang dianggap strategis untuk pemasangan CCTV terpaksa digeser karena sulit mendapatkan akses listrik maupun jaringan internet.
“Kadang kita pengennya pasang di titik tertentu, tapi ternyata listrik sama internetnya tidak bisa dipenuhi, jadi harus digeser ke lokasi yang lebih memungkinkan,” lanjutnya.
Sementara di kawasan perkotaan, DKISP relatif lebih mudah melakukan pemasangan karena dukungan jaringan internet dari Perumda sudah tersedia. Namun Endah menegaskan tantangan berikutnya adalah menjaga kualitas dan ketahanan perangkat CCTV agar tetap berfungsi optimal dalam jangka panjang.
“Kalau di kota relatif aman, asal alatnya saja yang lebih awet dan tidak terjadi masalah,” tandasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







