40 Perusahaan di Tarakan Gunakan Outsourcing

benuanta.co.id, TARAKAN – Outsourcing akan dihapus, Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan sebut ada 40 perusahaan di Kota Tarakan akan menggunakan outsourcing, terbanyak yaitu Pertamina.

Outsourcing merupakan proses dimana perusahaan mengontrakkan sebagian atau seluruh kegiatan atau layanan bisnisnya kepada pihak eksternal, yang dikenal sebagai vendor.

Dalam sambutannya pada Hari Buruh Kamis (1/5/2025), Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menegaskan akan menghapus sistem outsourcing yang akan dilaksanakan oleh Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional yang akan dibentuk nantinya.

Baca Juga :  Bantah Persoalan Kepentingan Pajak dan Bansos, BPS Tarakan Pastikan Data Sensus Ekonomi Bersifat Rahasia

Terkait hal tersebut, Kepala Bidang Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kota Tarakan, Hanto Bismoko menuturkan penghapusan outsourcing sendiri boleh saja dilakukan mengingat outsourcing biasanya merupakan pekerjaan yang dikerjakan hanya satu kali.

Saat ini pun pihaknya masih menunggu kebijakan dari pusat terkait penghapusan tersebut. Di Kota Tarakan sendiri terdapat 40 perusahaan yang melakukan outsourcing. Perusahaan terbanyak menggunakan outsourcing yaitu Pertamina dan PT Phoenix Resources International (PRI).

Baca Juga :  Layanan Operasi Non-Kebakaran di Tarakan Didominasi oleh Evakuasi Ular

“Empat puluhan perusahaan. Kurang lebih ya. Paling banyak Pertamina, saya lihat,” ujarnya, Selasa (6/5/2025).

Menurutnya, yang menjadi masalah adanya outsourcing yaitu vendor yang diambil dari pusat. Jika terjadi masalah saat kegiatan kerja, komunikasi pemerintah dan vendor sangat sulit dilakukan.

“Jadi kalau ada kasus, ada bermasalah, agak sulit komunikasinya, menyelesaikan agak sulit. Karena yang ditugaskan di sini, ini koordinator, nggak bisa mengambil keputusan,” jelasnya.

Baca Juga :  PMK Tarakan Minta Perkantoran Lengkapi APAR dan Pahami Nomor Darurat

“Dia kan tetap menggunakan PKWT, itu kan wajib dicatatkan di sini. Tetapi kalau izin operasionalnya, sekarang pakai OSS itu langsung ke pusat. Jadi kalau mereka nggak melaporkan, kita nggak tahu kebenaran mereka ada di Tarakan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *