benuanta.co.id, TARAKAN – Bidang Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Tarakan mencatat sebanyak 38 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga Juni 2026. Dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, petugas telah menangani empat kejadian kebakaran yang tersebar di sejumlah lokasi strategis di Kota Tarakan.
Kepala Bidang PMK Tarakan, Eko S Noko menjelaskan, hingga akhir Mei 2026 pihaknya telah menangani 34 kejadian kebakaran. Memasuki bulan Juni, jumlah tersebut kembali bertambah dengan empat insiden baru yang membutuhkan penanganan petugas.
“Data sampai bulan Mei ada 34 kejadian kebakaran. Di bulan Juni ini sudah ada empat layanan kebakaran yang kami lakukan, sehingga total sampai saat ini ada 38 kejadian,” ujarnya.
Empat kejadian kebakaran yang terjadi pada Juni tersebut meliputi kebakaran di kawasan Miyayama BC, kawasan Pelabuhan Malundung, Mess Pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tarakan, serta kebakaran sumur minyak di area ET-1 Kampung Enam milik Pertamina.
Selain menangani kebakaran, PMK Tarakan juga memberikan layanan Operasi Darurat Non Kebakaran (ODNK) yang jumlahnya jauh lebih tinggi dibandingkan kejadian kebakaran. Hingga akhir Mei tercatat sebanyak 169 layanan ODNK, kemudian bertambah enam kasus pada Juni sehingga total mencapai 175 layanan.
“Selain operasi kebakaran, kami juga melakukan layanan operasi darurat non kebakaran. Sampai Mei ada 169 layanan, kemudian di Juni bertambah enam, jadi total saat ini 175 layanan,” ungkapnya.
Data tersebut menunjukkan tugas PMK tidak hanya berkutat pada pemadaman api, tetapi juga berbagai penanganan kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat petugas di lapangan.
Mengenai penyebab kebakaran, ia menegaskan pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menentukan sumber pasti kebakaran karena hal tersebut merupakan ranah penyelidikan kepolisian. Namun berdasarkan temuan awal di sejumlah lokasi kejadian, dugaan sementara masih didominasi korsleting listrik.
“Kalau penyebabnya bukan wilayah kami untuk menjawab karena sifatnya investigatif oleh teman-teman kepolisian. Tapi kalau dugaan kami, sebagian besar karena korsleting listrik,” jelasnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha, terutama pada bangunan yang telah berusia tua atau menggunakan sambungan listrik tambahan yang tidak sesuai standar.
Menurutnya, upaya pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menekan angka kebakaran yang setiap tahunnya masih menjadi salah satu ancaman bagi kawasan permukiman padat penduduk di Tarakan. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina








