2 Objek Vital di Tarakan Terbakar dalam Sepekan Terakhir

benuanta.co.id, TARAKAN – Dua kejadian kebakaran di kawasan objek vital Kota Tarakan dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian bagi Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Tarakan. Kedua insiden tersebut terjadi di wilayah kerja Pertamina dan kawasan Pelabuhan Indonesia (Pelindo).

Kepala Bidang PMK Kota Tarakan, Eko S Noko mengatakan, kejadian pertama terjadi di sumur milik Pertamina yang sudah tidak produktif di 1 Kampung 4 pada Ahad (21/6/2026). Asap tebal yang muncul dari lokasi sempat menghebohkan masyarakat dan menyebabkan kemacetan karena banyak warga datang menyaksikan kejadian tersebut.

Berdasarkan informasi awal yang diterima petugas, kebakaran diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah oleh warga di sekitar lokasi. “Dugaan sementara ada warga yang melakukan pembakaran sampah. Karena cuaca kemarau cukup panjang dan banyak tanaman kering, api merembet hingga ke area sumur Pertamina,” ujarnya.

Baca Juga :  Wacana Penerapan Bahasa Prancis, Disdik Tarakan Soroti Ketersediaan Guru

Eko menjelaskan, sumur yang terbakar merupakan sumur tidak produktif yang masih memiliki banyak lantung di sekitarnya. Meski tidak mudah terbakar, paparan api yang terus menerus menyebabkan munculnya asap pekat yang membumbung tinggi.

Dalam penanganan kejadian tersebut, PMK Tarakan mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran dan dua unit mobil suplai air dengan kapasitas 5 dan 10 ton. Sebanyak 10 personel diterjunkan ke lokasi untuk membantu proses pemadaman.

“Penanganannya sekitar setengah jam. Kami mengirim satu unit fire dan dua unit suplai air untuk mendukung pemadaman di lokasi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pengawasan Diperketat, Bandara Juwata Optimalkan X-Ray dan Profiling Penumpang

Menurutnya, dalam kebakaran di wilayah kerja Pertamina, tim Health, Safety and Environment (HSE) Pertamina bertindak sebagai komandan insiden. Sementara PMK memberikan dukungan sesuai kebutuhan di lapangan.

Sebelumnya pihaknya juga menerima laporan menerima laporan kebakaran di kawasan Pelindo, Kamis (18/6/2026). Mengingat lokasi tersebut merupakan objek vital yang berada di sekitar fasilitas strategis, PMK langsung mengerahkan personel dan armada secara penuh.

“Kami turunkan pasukan lengkap karena ini objek vital. Di kawasan pelabuhan terdapat area Liquefied Natural Gas (LNG) dan di sekitarnya juga terdapat fasilitas penting lainnya,” jelasnya.

Ia mengatakan langkah cepat dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan api merambat ke fasilitas lain yang berisiko menimbulkan dampak lebih besar. Sama seperti di Pertamina, penanganan awal kebakaran di Pelindo dilakukan oleh unit pemadam internal perusahaan. Tim HSE Pelindo bertindak sebagai komandan insiden yang mengatur seluruh langkah operasional di lapangan.

Baca Juga :  Pelaksanaan Iraw Tengkayu Dimajukan ke Juli, Persiapan Sudah 50 Persen

“Pelindo memiliki unit fire sendiri. Mereka melakukan pemadaman awal, kemudian berkoordinasi dengan kami jika membutuhkan dukungan tambahan,” terangnya.

Dirinya menambahkan, dua kejadian kebakaran di kawasan objek vital tersebut menjadi bahan evaluasi dalam proses finalisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Terintegrasi penanganan kebakaran objek vital yang saat ini tengah disusun oleh PMK Kota Tarakan. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *