benuanta.co.id, TARAKAN – Persiapan pelaksanaan Iraw Tengkayu XV Kota Tarakan 2026 terus dimatangkan. Hingga pertengahan Juni ini, progres pelaksanaan kegiatan disebut telah mencapai sekitar 50 persen, baik untuk kegiatan fisik maupun nonfisik.
Sekretaris Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Tarakan sekaligus Wakil Ketua Panitia Iraw Tengkayu 2026, Zainuddin, mengatakan sejumlah tahapan telah berjalan, mulai dari penataan lokasi hingga latihan para penari.
“Kalau untuk kegiatan Iraw Tengkayu sudah berjalan sekitar 50 persen. Kegiatan fisik berjalan, kegiatan nonfisik juga berjalan. Mulai kemarin sudah dilakukan penataan lokasi dan perbaikan yang diperlukan,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).
Ia menjelaskan, lokasi pelaksanaan di kawasan Pantai Amal juga akan menjadi sasaran kerja bakti massal yang dijadwalkan berlangsung pekan depan melalui program Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Selain itu, latihan tari telah dimulai sejak sebulan lalu. Pendaftaran peserta pawai budaya, kendaraan hias, serta prosesi Mengarak Padau juga telah dibuka dan dijadwalkan ditutup pada akhir Juni.
Menurutnya, tahun ini pelaksanaan Iraw Tengkayu dipindahkan dari bulan Oktober menjadi Juli. Keputusan tersebut diambil agar bertepatan dengan masa libur sekolah sehingga dapat meningkatkan jumlah kunjungan masyarakat.
“Pada bulan Juli anak-anak sedang libur sekolah. Selain itu juga memberi kesempatan kabupaten kota lain hadir ke Tarakan, karena sebelumnya kalau sama-sama digelar Oktober masing-masing sibuk dengan persiapan daerahnya,” jelasnya.
Ia menegaskan tidak ada ketentuan baku yang mengharuskan Iraw Tengkayu dilaksanakan pada bulan tertentu. Penetapan jadwal sepenuhnya menjadi kebijakan Pemerintah Kota Tarakan dengan mempertimbangkan berbagai aspek.
Meski jadwal berubah, perubahan tersebut tidak memengaruhi status Iraw Tengkayu sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN). Pemerintah Kota Tarakan telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan melakukan revisi jadwal dalam kalender KEN.
“Kami juga mengundang Kementerian Pariwisata dan berharap minimal pejabat tinggi kementerian bisa hadir seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan dimulai pada 4 Juli dengan prosesi Mengarak Padau yang dirangkaikan dengan lomba kendaraan hias, sepeda hias, dan pawai jalan kaki. Selanjutnya pada 5 Juli digelar Pentas Seni Budaya Nusantara sejak pagi hingga menjelang acara puncak. Tepat pukul 14.00 Wita akan dilaksanakan prosesi utama penurunan Padau sebagai inti pelaksanaan Iraw Tengkayu XV.
“Malam harinya tetap ada panggung hiburan rakyat seperti tahun lalu,” katanya.
Setelah pelaksanaan Iraw Tengkayu, Pemerintah Kota Tarakan juga akan melanjutkan agenda kebudayaan melalui Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) pada Agustus 2026. PKD merupakan kegiatan yang bertujuan mempromosikan sekaligus memberdayakan seni budaya dan kuliner dari berbagai suku yang ada di Kota Tarakan sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya daerah. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina








