benuanta.co.id, TARAKAN – Jemaah haji Kota Tarakan sempat terhambat dalam proses ibadah. Namun begitu, saat ini jemaah telah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan ibadah haji dan tinggal menunggu kepulangan ke tanah air.
Dalam rangkaian kegiatan ibadah haji yang dilaksanakan mulai 8 Dzulhijjah dari Arafah hingga 12 Dzulhijjah melontar jumrah lalu kembali ke Mekkah untuk melaksanakan tawaf Ifadah.
Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Keagamaan (Kemenag) Kota Tarakan, Muhammad Aslam mengungkapkan ibadah haji pada tahun ini jumlah jemaah haji lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya.
“Tahun ini agak spesial ada tambahan lagi hampir seluruh dunia dapat,” jelas Aslam, Selasa (4/7/2023).
Banyaknya jemaah haji dari seluruh dunia yang memilih berjalan kaki ke Mina menjadi kendala terjadinya hambatan sehingga adanya ketidaksesuaian waktu dalam proses ibadah haji selain itu, terjadi miskomunikasi dari masyariq yang tidak melakukan kewajiban sebagai mana mestinya.
“Ditambah terhambatnya jemaah kita sampai jam 1 siang baru dibawah ke Mina yang harusnya dibawa subuh atau seperti tahun sebelumnya jam 9,10 siang mereka dibawa,” terangnya.
Kementerian Agama Indonesia telah memberikan masukan untuk menginvestigasi apa yang menjadi alasan terhambatnya prosesi ibadah haji jemaah Kota Tarakan.
“Sementara masalah awal gara-gara pejalan kaki yang menghambat dan masih banyak masalah yang lain,” ungkapnya.
Walaupun demikian kondisi kesehatan jemaah haji saat ini cukup baik hanya beberapa yang mengalami sakit ringan yang disebabkan oleh kelelahan, kondisi cuaca serta banyaknya orang yang berada disana.
“Alhamdulillah untuk sementara sakitnya tidak parah dan juga Alhamdulillah semua jemaat haji kita sudah menyelesaikan tawaf Ifadah jadi sudah selesai semua rangkaian ibadahnya,” katanya.
“150 orang jemaah haji yang 7 juga sudah selesai semua. Kalau yang kloter empat, 150 orang tinggal menunggu kepulangan kalau yang 7 orang masih ke Mekkah dulu kalau sudah mau pulang baru ke Madinah,” tutupnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Nicky Saputra







