benuanta.co.id, BERAU – Kabupaten Berau di Kalimantan Timur menyimpan kekayaan sejarah yang terbilang langka di Indonesia. Daerah berjuluk Bumi Batiwakkal ini masih memiliki dua kesultanan aktif yang dipimpin langsung oleh keturunan asli para sultan terdahulu, yakni Kesultanan Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah untuk menjaga dan melestarikan eksistensi kedua kesultanan tersebut. Menurutnya, warisan sejarah ini bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan identitas hidup yang menjadi kebanggaan besar bagi masyarakat Berau.
“Keberadaan dua kesultanan ini adalah kebanggaan tersendiri. Tidak semua daerah di Indonesia masih memiliki jejak kerajaan yang tetap hidup dan terjaga hingga saat ini,” ujar Sri Juniarsih, Rabu (8/7/2026).
Sri Juniarsih menjelaskan, Kesultanan Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur memiliki peran krusial dalam membentuk peradaban di Berau. Atas dasar itulah, pemeliharaan fisik keraton dan nilai-nilai di dalamnya menjadi harga mati sebagai aset budaya bernilai tinggi.
Namun, ia mengingatkan tanggung jawab ini tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah. Seluruh elemen masyarakat berkewajiban mengenalkan nilai-nilai luhur tersebut kepada generasi muda agar tidak punah digilas zaman.
“Pelestarian sejarah dan budaya adalah tanggung jawab bersama. Nilai-nilai dari leluhur harus terus diwariskan ke generasi muda agar jati diri kita tidak hilang,” tuturnya.
Mengingat besarnya potensi wisata sejarah ini, Bupati Berau meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) untuk ikut turun tangan. Ia mendesak provinsi agar lebih agresif mempromosikan kedua kesultanan ini, baik di kancah nasional maupun internasional.
Sri Juniarsih menyarankan agar Pemprov Kaltim memanfaatkan seluruh kanal informasi resmi dan media sosial untuk memperkenalkan dualisme keraton yang harmonis di Berau ini kepada publik yang lebih luas.
“Kami berharap ini bisa menjadi agenda rutin dari provinsi untuk memperkenalkan bahwa Berau memiliki dua keraton. Ini perlu diekspos luas, baik lewat media sosial maupun media resmi provinsi,” kata Sri.
Melalui sinergi kuat antara Pemkab Berau, Pemprov Kaltim, pihak kesultanan, dan masyarakat, Sri optimis seni, tradisi, dan kearifan lokal Berau akan terus berkembang tanpa kehilangan arah.
“Langkah ini diharapkan mampu mengukuhkan posisi Berau sebagai destinasi wisata sejarah unggulan yang diakui dunia,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina







