benuanta.co.id, NUNUKAN– Sebanyak 192 Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Warga Negara Indonesia (WNI) deportan dari Malaysia tiba di Pelabuhan Tunon Taka, Kamis (23/4/2026) sore.
Kepala BP3MI Kalimantan Utara, Andi M. Ichsan mengatakan deportan tiba sekitar pukul 17.00 WITA menggunakan KM Purnama. Setibanya di pelabuhan, mereka langsung dikumpulkan di dermaga untuk dilakukan pendataan awal.
“Seluruh PMI yang dipulangkan akan melalui tahapan pemeriksaan dokumen, kesehatan, hingga penempatan sebelum dipulangkan ke daerah asal masing-masing,” ujar Ichsan.
Selanjutnya, para deportan menjalani pemeriksaan dokumen oleh Imigrasi Kelas II TPI Nunukan, termasuk verifikasi dan cap paspor. Pemeriksaan barang bawaan juga dilakukan oleh Bea dan Cukai melalui X-ray guna mengantisipasi barang terlarang.
Untuk sementara para deportan secara bertahap diberangkatkan menuju rumah susun sederhana sewa (rusunawa) sebagai lokasi penampungan sementara.
Diungkapkannya, dari total 192 orang deportan, mayoritas merupakan laki-laki dewasa sebanyak 131 orang, disusul perempuan dewasa 38 orang, serta 23 anak-anak.
Berdasarkan daerah asal, deportan paling banyak berasal dari Nusa Tenggara Timur sebanyak 86 orang dan Sulawesi Selatan sebanyak 63 orang.
Selain itu, ada juga yang berasal dari Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Barat, Maluku, hingga Jawa Timur.
Berdasarkan data, sebagian besar deportan terlibat pelanggaran keimigrasian. Sebanyak 80 orang diketahui lahir di Sabah tanpa memiliki paspor, 63 orang masuk secara ilegal, dan 36 orang tinggal melebihi izin (overstay).
Selain itu, terdapat 11 orang terkait kasus narkoba dan 2 orang kasus kriminal lainnya.
“Ini menjadi perhatian serius karena pola pelanggaran masih berulang, terutama terkait masuk ilegal dan tidak memiliki dokumen,” tegas Andi.
Setelah melakukan pendataan di Rusunawa Nunukan, ratusan PMI tersebut nantinya akan di pulangkan ke kampung halamannya masing-masing dengan di fasilitasi oleh BP3MI Kaltara. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







