benuanta.co.id, NUNUKAN – Guna mengintensifkan pengawasan melalui Operasi Wira Waspada Serentak 2026, Imigrasi Nunukan melakukan patroli dan pemantauan langsung di wilayah perairan Nunukan.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan, Adrian Soetrisno mengatakan, pihaknya melakukan pengawasan di sejumlah titik strategis perairan yang dinilai rawan terhadap potensi pelanggaran keimigrasian.
“Dalam operasi, tim kita melakukan pemantauan serta pemeriksaan terhadap kapal-kapal yang melintas dan dicurigai membawa penumpang Warga Negara Asing (WNA),” kata Adrian.
Salah satu kapal yang diperiksa adalah kapal berbendera Filipina bernama ML. Kinadaya yang diketahui berangkat dari Pelabuhan Tawi-Tawi, Filipina, dan masuk ke wilayah Indonesia melalui Nunukan.
Petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh hingga ke bagian dalam kapal. Berdasarkan hasil pengecekan, kapal tersebut diawaki oleh tujuh orang kru laki-laki.
“Dari hasil pemeriksaan kita, tidak ditemukan adanya pelanggaran keimigrasian dalam pemeriksaan ini,” jelasnya.
Ia menyampaikan, kegiatan pengawasan berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti. Ia menegaskan, operasi ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk menjaga kedaulatan wilayah serta memastikan kepatuhan terhadap aturan keimigrasian.
“Kami akan terus meningkatkan pengawasan, khususnya terhadap potensi pelintas ilegal dan aktivitas WNA yang tidak sesuai dengan ketentuan. Profiling terhadap setiap penumpang yang masuk maupun keluar wilayah Nunukan juga akan terus kami lakukan,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Adrian mengatakan jika Kantor Imigrasi Nunukan akan terus melaporkan perkembangan kegiatan secara berkala serta memperkuat pengawasan di titik-titik rawan.
Dengan adanya Operasi Wira Waspada ini diharapkan dapat mencegah terjadinya pelanggaran sekaligus memperkuat pengamanan wilayah perbatasan Indonesia.
“Operasi pengawasan ini akan terus kita lakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas orang di wilayah perbatasan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







