Takut Ketahuan Orangtuanya, Nekat Melahirkan di Hotel Berbekal Tutorial di Internet

TANJUNG SELOR – Polres Bulungan kini tengah fokus melakukan upaya menaikkan kasus penemuan bayi ke tahap penyidikan. Di mana sebelumnya seorang pria diduga memberikan laporan palsu terkait penemuan bayi di tempat sampah.

Karena perbuatannya itu, Polres Bulungan akan memperkuat pasal yang disematkan kepada pelaku, dengan berkoordinasi dengan tenaga ahli di Samarinda.

“Kita kenakan Pasal 220 KUHP sembari kita periksa ke ahli juga. Karena ada unsur yang belum mengena soal laporan palsu, pasalnya tidak ada yang dirugikan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Bulungan AKP Belnas Pali Padang melalui Kanit Resum Sat Reskrim Polres Bulungan, IPDA Faizal Anang Satria kepada benuanta.co.id, Rabu 20 Januari 2021.

Baca Juga: Bayi Dilahirkan di Hotel, Status Kedua Orangtuanya Pacaran

Walaupun sudah naik status menjadi penyidikan, pihaknya belum menahan dan belum menetapkan tersangka terhadap kedua pelaku yang merupakan orang tua bayi, yakni A dan S. “Kita tidak tahan dan juga belum jadi tersangka,” bebernya.

Faizal mengatakan, kedua orang tua bayi ini statusnya berpacaran. Saat melahirkan di salah satu hotel di Tanjung Selor, telah merencanakan untuk membuat cerita seolah penemuan bayi. Hal ini untuk menutupi perbuatannya, juga untuk aibnya karena belum menjadi suami istri. “Cerita penemuan bayi itu sudah direncanakan, tidak datang tiba-tiba,” jelasnya.

Di hotel tempatnya melahirkan itu hanya 1 hari saja, dengan alasan menginap. Tidak ada tanda jika perempuan itu mau melahirkan sehingga tidak menimbulkan kecurigaan terhadap petugas hotel. “Jadi petugas hotel tidak tahu, karena cewek itu tidak kelihatan hamil. Petugas hotel juga tidak begitu peduli,” ujar Faizal.

Kata dia saat melahirkan, mereka hanya berdua di dalam kamar hotel, tidak ada orang lain. Terlebih saat bayi jenis kelamin laki-laki itu lahir tidak menangis. Sempat digoyang oleh bapaknya tapi bayi itu juga tidak menangis.

“Pintarnya mereka ini tidak panik, saat keluar pun tidak ada yang tahu ada anak bayi. Yang dia takutkan itu hanya orangtuanya saja,” tuturnya.

Faizal menyebutkan saat prosesi lahiran mereka melihat tutorial dari internet, hingga pemotongan tali pusat juga didapatkan dari internet. Untuk itu yang diamankan polisi jadi barang bukti seperti gunting, tas dan lakban.

“Dia melihat Google, dipotong sendiri sama bapaknya pakai gunting kemudian diikat pusarnya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi
Editor : M. Yanudin

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar