Gelar Khataman Al-Qur’an dan Doa Bersama, Keluarga Ikhlaskan Kepergian Hj Irama Madduta di Makkah

benuanta.co.id, TARAKAN – Duka mendalam masih dirasakan keluarga almarhumah Hj. Irama Madduta binti Madduta yang wafat saat menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

Di tengah rasa kehilangan, keluarga berusaha mengikhlaskan kepergian sang ibu yang meninggal dalam kondisi tengah mempersiapkan diri menuju Arafah.

Sang anak, Hj. Kasmawati, mengaku kabar wafat ibundanya datang secara tiba-tiba pada dini hari. Saat itu, ia sedang berada di sekolah menghadiri kegiatan perpisahan siswa.

“Saya baru sampai untuk absen pagi, tiba-tiba ada video call masuk. Awalnya saya kira cuma mau tanya soal persiapan ke Arafah,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).

Namun tak lama kemudian, telepon kembali masuk disertai tangis dari keluarga di Tanah Suci yang menyampaikan kabar duka.

“Kakak saya bilang Mama sudah tidak ada. Ternyata beliau jatuh di kamar mandi saat mandi ihram,” ungkapnya lirih.

Momen itu menjadi sangat berat bagi keluarga karena mereka hanya bisa menyaksikan proses penanganan lewat sambungan video call. Kasmawati mengaku sempat melihat dokter berusaha menyelamatkan nyawa ibundanya di kamar hotel.

“Di situ saya lihat dokter pompa jantung Mama. Ada adik saya dan teman-teman sekamarnya mendampingi,” tuturnya.

Meski memiliki riwayat sakit jantung dan lutut, almarhumah dikenal tetap kuat selama menjalankan ibadah haji. Bahkan, menurut keluarga, beliau menolak menggunakan kursi roda karena ingin menjalani ibadah secara mandiri.

Selain itu, almarhumah sengaja jarang berkomunikasi dengan keluarga di Tarakan agar lebih fokus beribadah di tanah suci.

Bagi keluarga, kepergian Hj. Irama Madduta memang menyisakan kesedihan mendalam. Namun mereka mencoba tabah karena almarhumah wafat di Tanah Suci dalam perjalanan ibadah.

Saat ini, pihak keluarga tengah melakukan khataman Al-Qur’an dan doa bersama sesuai tradisi keluarga yang berasal dari Sulawesi.

“Walaupun berat sekali rasanya karena tidak bisa melihat dan mendampingi beliau untuk terakhir kalinya, kami semua berusaha ikhlas karena Mama meninggal di tempat yang mulia saat sedang beribadah,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *