benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Keberadaan Pasar Sore di Jalan Suprapto, Kabupaten Bulungan, kembali menjadi pembahasan dalam rapat bersama pemerintah daerah, DPRD, warga dan pedagang. Pertemuan itu membahas keluhan masyarakat terkait aktivitas pasar yang sudah berjalan cukup lama.
Dalam rapat tersebut, warga menyampaikan sejumlah keluhan mulai dari kemacetan, kebersihan hingga aktivitas pedagang yang dinilai mengganggu lingkungan sekitar rumah warga.
Arfah, salah satu warga Jalan Suprapto, mengatakan masyarakat sebenarnya sudah lama bersabar dengan kondisi pasar sore tersebut. Namun menurutnya, hingga sekarang belum ada perubahan yang dirasakan warga.
“Sudah lama kami bertahan dengan kondisi ini. Apalagi pedagang ikan yang jualan di depan rumah, air bekas jualan itu sering mengalir dan baunya terasa,” katanya saat rapat berlangsung, Senin (25/5/2026).
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah agar kondisi lingkungan warga bisa lebih nyaman.
Sementara itu, Vivy selaku perwakilan warga menegaskan masyarakat tidak melarang pedagang mencari nafkah. Namun menurutnya lokasi pasar perlu ditata kembali supaya tidak terus menimbulkan masalah.
“Kami tidak melarang orang berjualan, tapi pemerintah juga harus pikirkan dampaknya untuk warga sekitar,” ujarnya.
Menurut Vivy, selama bertahun-tahun warga harus menghadapi kemacetan dan kondisi jalan yang padat akibat aktivitas pasar sore.
Di sisi lain, Markus Juk yang disebut sebagai pencetus Pasar Sore tahun 2002 berharap pemerintah bisa memberikan solusi terbaik untuk pedagang kecil. Ia mengatakan para pedagang juga membutuhkan tempat untuk mencari penghasilan.
“Kalau memang mau dipindah silakan, tapi harus ada tempat pengganti supaya pedagang tetap bisa jualan,” ucap Markus.
Ia juga menyebut jumlah pedagang semakin bertambah dari tahun ke tahun sehingga pasar meluas hingga ke beberapa titik jalan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Bulungan, Errin Wiranda mengatakan pemerintah akan mencoba mencari jalan tengah antara warga dan pedagang.
“Pemerintah ingin semua pihak bisa merasa adil. Keluhan masyarakat kami dengar, tapi pedagang juga harus dipikirkan,” jelasnya.
Menurutnya, pemerintah akan melakukan pendataan dan penataan terlebih dahulu sambil membahas kemungkinan relokasi pasar.
Sementara itu, Eros Sunarmin berharap persoalan Pasar Sore bisa segera menemukan solusi agar tidak terus menjadi polemik di masyarakat.
“Kami berharap ada penyelesaian yang baik supaya warga dan pedagang sama-sama nyaman,” singkatnya. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







