benuanta.co.id, NUNUKAN– Upaya peningkatan kualitas pendidikan di wilayah perbatasan kembali mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui alokasi anggaran pembangunan sarana dan prasarana sekolah di Kabupaten Nunukan.
Pemerintah Kabupaten Nunukan menilai bantuan anggaran senilai lebih dari Rp24 miliar tersebut akan memberi dampak besar terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan, khususnya pada jenjang SMA, SMK, dan SLB.
Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, mengatakan dukungan dari Pemprov Kaltara menjadi bukti perhatian serius pemerintah terhadap kebutuhan pendidikan di daerah perbatasan.
“Pemerintah Kabupaten Nunukan sangat mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara yang telah membantu penguatan fasilitas pendidikan di daerah kami,” ujar Hermanus.
Ia menyebut, anggaran yang dikucurkan mencapai Rp24.419.837.906 dan akan digunakan untuk pembangunan berbagai fasilitas pendidikan di sejumlah sekolah. Menurutnya, nilai bantuan tersebut cukup besar dan diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas belajar mengajar di Nunukan.
“Anggaran yang diberikan ini sangat berarti bagi pengembangan sarana pendidikan di Kabupaten Nunukan, terutama untuk menunjang kebutuhan sekolah di wilayah perbatasan,” katanya.
Dalam rincian program pembangunan, SMA Negeri 3 Nunukan menerima alokasi terbesar dengan nilai sekitar Rp11,49 miliar. Anggaran itu diperuntukkan bagi pembangunan delapan ruang kelas baru, ruang guru, kantor, dan fasilitas penunjang lain dengan kapasitas hingga 312 siswa.
Selanjutnya, SMA Negeri 1 Sei Menggaris memperoleh bantuan Rp2,53 miliar untuk pembangunan kantor dan ruang kelas baru.
Kemudian, SMK Negeri 1 Sembakung Atulai mendapat anggaran Rp3,22 miliar untuk pembangunan ruang praktik agribisnis, laboratorium IPA, serta fasilitas sanitasi sekolah.
Sementara SLB Negeri Nunukan menerima dukungan sekitar Rp7,16 miliar guna memperkuat layanan pendidikan inklusif melalui pembangunan ruang kelas, perpustakaan, ruang terapi, ruang pembelajaran khusus, hingga asrama siswa.
Hermanus berharap seluruh fasilitas yang dibangun nantinya dapat dirawat bersama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
“Gedung dan fasilitas yang dibangun ini tentu harus dijaga bersama supaya dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat dan generasi mendatang,” harapnya.
Ia menambahkan, perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan masih perlu terus ditingkatkan, terutama untuk mendorong angka partisipasi pendidikan menengah di Nunukan.
Saat ini, Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan menengah atas di Nunukan telah mencapai 96,92 persen, sedangkan Angka Partisipasi Murni (APM) masih berada di angka 68,62 persen.
“Kami berharap dukungan seperti ini terus berlanjut sehingga kualitas pendidikan di Kabupaten Nunukan semakin baik dari tahun ke tahun,” tutupnya.(*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







