Disdikbud Kaltara Waspadai Gangguan Website SPMB

benuanta.co.id, TARAKAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mewaspadai adanya dugaan gangguan terhadap website Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) menjelang pelaksanaan penerimaan siswa tahun 2026.

Gangguan itu muncul saat laman SPMB sempat dibuka untuk tahap percobaan akses publik.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara, Hasanuddin, S.Pd., M.Si. mengungkapkan saat ini pihaknya masih berada dalam tahap sosialisasi sehingga aplikasi maupun website SPMB belum dibuka secara penuh. Menurutnya, uji coba baru akan dilakukan sekitar awal Juni atau satu minggu sebelum pelaksanaan resmi dimulai.

“Insya Allah satu minggu sebelum pelaksanaan tanggal 17 atau awal Juni nanti kami akan melaksanakan uji coba,” sebutnya, Ahad (24/5/2026).

Ia menjelaskan, uji coba dilakukan selama beberapa hari untuk memberi kesempatan kepada orang tua dan calon siswa mencoba sistem yang telah disiapkan pemerintah provinsi. Dari proses tersebut, Disdikbud juga ingin memastikan tidak ada kendala teknis pada aplikasi yang digunakan.

“Kami butuh melihat apakah ada kekurangan dari aplikasi kami itu,” jelasnya.

Hasanuddin menuturkan seluruh data hasil simulasi nantinya akan dihapus sebelum hari pelaksanaan resmi dimulai. Langkah itu dilakukan agar sistem kembali bersih dan siap digunakan saat tahapan pendaftaran dibuka.

“Tanggal 16 semua data uji coba kami hapus untuk persiapan pelaksanaan tanggal 17 jam 01.00,” terangnya.

Di tengah persiapan tersebut, Disdikbud Kaltara menemukan adanya indikasi gangguan terhadap website SPMB. Hasanuddin menyebut situs www.spmb.kaltaraprov.co.id sempat dibuka untuk diuji coba, namun kemudian muncul informasi mencurigakan dari pihak luar yang mengatasnamakan aplikasi SPMB Kaltara.

“Kayaknya sengaja ada yang mulai mengganggu,” ujarnya.

Menurutnya, pihak yang menyebarkan informasi tersebut bahkan salah menuliskan identitas daerah sehingga pihak Disdikbud langsung menyadari bahwa informasi itu bukan berasal dari internal pemerintah provinsi. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, akses website kemudian ditutup sementara.

“Salahnya dia bukan tulis Kaltara, tapi Kalut, sehingga kami tahu dan langsung kami tutup dulu,” bebernya.

Selain mengantisipasi gangguan sistem, Disdikbud Kaltara juga menyiapkan langkah teknis untuk menjaga kestabilan server saat pendaftaran berlangsung secara online. Hasanuddin mengatakan server utama berada di Diskominfo Provinsi Kalimantan Utara dan telah dilengkapi genset sebagai antisipasi apabila terjadi pemadaman listrik.

“Yang penting jangan mati lampu terlalu lama, karena biasanya kendala terbesar itu listrik,” katanya.

Ia menegaskan proses seleksi SPMB tidak hanya bergantung pada kecepatan akses internet maupun faktor jarak domisili siswa. Menurutnya, sistem penilaian telah diatur dengan sejumlah indikator agar penerimaan berlangsung objektif dan transparan.

“Jarak bukan satu-satunya penilaian, ada nilai lain dan usia juga menjadi pertimbangan,” paparnya.

Terkait kemungkinan lonjakan penggunaan internet saat pendaftaran dibuka, Hasanuddin menyebut koordinasi dengan pihak telekomunikasi dilakukan melalui masing-masing cabang sekolah di daerah. Hal itu dilakukan karena kebutuhan dan jumlah pendaftar tiap sekolah berbeda-beda.

“Yang berkoordinasi langsung itu masing-masing cabang dan sekolah,” bebernya.

Hasanuddin pun meminta masyarakat tetap tenang dan hanya mengakses informasi resmi yang disediakan pemerintah provinsi. Ia memastikan seluruh petunjuk teknis dan pengumuman nantinya akan tersedia melalui website resmi SPMB Kaltara.

“Juknis dan semua pengumuman nanti bisa dilihat langsung di website resmi,” pungkasnya.

Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *