benuanta.co.id, TARAKAN – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kalimantan Utara (Kaltara) akan diramaikan dengan berbagai kegiatan, mulai dari May Day Expo, konvoi buruh, hingga aksi sosial pembagian sembako.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Federasi Serikat Pekerja Kehutanan, Industri Umum dan Perkayuan Indonesia (FSP Kahutindo) Provinsi Kalimantan Utara, Ahmad Samsudin Rifai, mengatakan pihaknya menginisiasi kegiatan May Day Expo yang berlangsung selama dua pekan.
“Di DPD dan Serikat Pekerja FSP Kahutindo Kalimantan Utara, kita mengadakan May Day Expo yang dilaksanakan dari tanggal 30 April sampai 13 Mei, kegiatannya kita laksanakan di lapangan areal Bandara,” ujarnya.
Pada hari pembukaan, 30 April 2026, akan digelar dialog interaktif yang menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan, yakni Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara, Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Utara, Dinas Tenaga Kerja Kota Tarakan, serta DPRD Kota Tarakan.
Selain itu, pembukaan juga dirangkaikan dengan Apel May Day dan konvoi buruh yang diperkirakan diikuti sekitar 1.000 peserta.
“Di tanggal 30 nanti itu akan ada Apel May Day, setelah Apel May Day nanti akan diadakan konvoi, sekitar 1.000-an orang yang ikut terlibat,” sebutnya.
Adapun rute konvoi dimulai dari lapangan Bandara Mulawarman, melintasi Jalan Jenderal Sudirman, lampu merah Ladang, Datu Adil, berputar di kawasan Bom Panjang, menuju Malundung, kemudian kembali ke Jalan Yos Sudarso dan finis di Bandara.
Setelah konvoi, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan, hiburan, serta pembagian doorprize. Pembukaan rencananya dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Utara dan dihadiri sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Ketua DPRD Provinsi dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Utara.
“Di momen pembukaan itu banyak stakeholder yang kita undang,” tambahnya.
Terkait pengamanan, Rifai menegaskan komunikasi dengan aparat kepolisian berjalan baik. Ia menyebut koordinasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara dan Kepolisian Resor (Polres) Kota Tarakan, khususnya bidang Intelijen dan Keamanan (Intelkam), berlangsung positif.
“Komunikasi kita sangat positif. Apapun informasi yang kita miliki, kita berikan ke beliau, beliau pun juga kalau ada informasi pasti komunikasi dengan kita,” katanya.
Ia menambahkan, sinergi antara serikat pekerja dan kepolisian penting untuk menjaga situasi tetap kondusif.
“Kami saling membutuhkan. Serikat pekerja butuh pengayoman, dan dari pihak kepolisian juga butuh bagaimana serikat pekerja ini mengelola organisasinya secara mandiri dan jangan sampai ada riak-riak sehingga tidak terjadi ketidakkondusifan di Kota Tarakan maupun Kalimantan Utara,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Kalimantan Utara, Raden Yusuf, menyampaikan pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Polda Kaltara melalui Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam).
“Kami mengapresiasi Kapolda, dalam hal ini pertemuan dengan Dirintelkam membahas masalah persiapan May Day. Ini juga menjadi silaturahmi pertama kita terkait persiapan hari May Day pada tanggal 1 Mei,” ungkapnya.
Berbeda dengan konsep expo, KSBSI akan menggelar aksi sosial berupa pembagian paket sembako kepada masyarakat pekerja.
“Aksi ini bukan kita mau demo, tapi aksi bagi-bagi sembako kepada buruh, penyapu jalan, dan mungkin dari teman-teman buruh yang membutuhkan,” jelasnya.
Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung pada 1 Mei 2026, sekitar siang hari setelah salat Jumat.
Selain itu, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Federasi Kesatuan Unit Indonesia (FKUI) Kota Tarakan juga akan menggelar senam sehat dan kerja bakti di kawasan Juata Permai.
Rangkaian kegiatan KSBSI berlanjut dengan pelaksanaan Rapat Kerja Wilayah pada 11 Mei 2026 yang rencananya dihadiri Presiden KSBSI, Elly Rosita Silaban, serta Ketua Dewan Pengawas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, Doddy Hardianto.
Dalam agenda tersebut, KSBSI juga akan mengangkat isu strategis ketenagakerjaan, khususnya belum terbentuknya Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) di Kalimantan Utara.
“Kita menyoroti terkait belum terbentuknya PHI di Kalimantan Utara. Kita tetap mengapresiasi Gubernur yang sudah mengupayakan bersurat kepada Mahkamah Agung tahun 2021. Tapi perlu kita follow up agar PHI ini segera terbentuk,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina







