Pertamina Pastikan Stok LPG di Kaltara Aman hingga Idulfitri 1447 H

benuanta.co.id, TARAKAN – Stok Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Kalimantan Utara (Kaltara) dipastikan dalam kondisi aman saat Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Hal ini disampaikan Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Patra Niaga Kalimantan Timur–Utara VIII, Seftyan Reza Pangestu, saat kunjungan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara di Pertamina Fuel Terminal Tarakan, Rabu (4/3/2026).

Berdasarkan data stok LPG per 4 Maret 2026, di Kota Tarakan dan Nunukan, kondisi stok LPG terpantau sangat stabil dengan ketahanan pasokan yang cukup panjang. LPG Public Service Obligation (PSO) atau subsidi di Tarakan tercatat sebesar 393,8 metrik ton (MT) perhari, sehingga mampu mencukupi kebutuhan hingga 19,5 hari. Sementara itu, LPG Non PSO (NPSO) memiliki stok 56,8 MT dengan ketahanan 11,6 hari.

Di wilayah Berau mencakup Tanjung Selor, Tana Tidung dan Malinau, perputaran stok berlangsung lebih cepat, terutama pada LPG PSO yang mencatatkan penjualan harian cukup tinggi sebesar 41,6 MT.

Hal ini membuat ketahanan stok PSO di wilayah tersebut menjadi yang paling rendah, yakni hanya 7,4 hari dari total stok 308 MT. Namun, kekosongan stok diantisipasi dengan rencana pasokan besar dalam waktu dekat sebesar 400 MT.

Sesangkan untuk LPG NPSO, kondisi stok berada di angka 68 MT dengan ketahanan selama 12,6 hari dan akan mendapatkan tambahan pasokan sebesar 50 MT.

Secara keseluruhan, meskipun ketahanan stok di Berau lebih singkat dibandingkan Tarakan, kedua wilayah tersebut dijadwalkan menerima pengiriman pasokan baru pada Minggu ke-1 (W1) Maret 2026 untuk menjaga kelancaran distribusi kepada masyarakat.

“Intinya, kalau untuk LPG dalam masa Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI) ini, kami dari Pertamina memastikan ketersediaan stok, baik itu yang subsidi maupun non-subsidi. Kita pastikan cukup dan kita distribusikan kepada seluruh masyarakat, khususnya di Provinsi Kalimantan Utara,” ujarnya.

Ia menegaskan, penyaluran mencakup seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Utara, yakni Tarakan, Bulungan, Kabupaten Tana Tidung (KTT), Malinau, dan Nunukan. Dalam menghadapi lonjakan konsumsi saat Ramadan dan Idulfitri, Pertamina juga menyiapkan tambahan penyaluran sekitar 6 hingga 7 persen dari alokasi bulanan.

“Mungkin total sekitar 6 sampai 7 persen dari alokasi bulanan. Insyaallah bisa mencukupi untuk seluruh Provinsi Kalimantan Utara,” sebutnya.

Berkaca pada momen Lebaran tahun sebelumnya, peningkatan kebutuhan LPG berada di kisaran 4 hingga 5 persen, baik untuk subsidi maupun non-subsidi.

Selain itu, Pertamina juga menegaskan pengawasan distribusi LPG 3 kilogram dilakukan melalui sistem digital Merchant Apps MyPertamina, sehingga seluruh transaksi tercatat dan penyaluran tepat sasaran.

“LPG 3 kilogram sudah ada pencatatan transaksi via Merchant Apps MyPertamina. Jadi semua transaksi bisa terdata dan kita usahakan penerimanya sesuai ketentuan,” tegasnya.

Untuk wilayah Nunukan, distribusi dilakukan melalui jalur laut dengan pengiriman sekitar 15.000 tabung menggunakan kapal. Seftyan mengakui pada 2024 sempat terjadi kendala akibat insiden kapal terbakar sehingga kuota tidak terserap maksimal dan berdampak pada penyesuaian kuota.

Namun pada 2025, distribusi ke Nunukan berjalan lancar tanpa kendala dan kuota terserap optimal. Bahkan pada 2025, realisasi kuota di Nunukan disebut lebih tinggi dari kuota seharusnya melalui koordinasi dengan PT Migas.

“Mulai tahun 2025 kemarin lancar. Kita juga ada penambahan ke wilayah Nunukan dan itu sudah mencukupi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Pertamina juga memastikan dukungan distribusi tetap berjalan meski terdapat kendala infrastruktur seperti jalan poros yang sempat terputus. Koordinasi dan monitoring terus dilakukan agar subsidi tetap terjaga hingga Idulfitri. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *